Selasa, 28 April 2026

TOKO EMAS ANGGOTA DPRD NATUNA DIBOBOL

Pembobol Toko Emas Anggota DPRD Natuna Ternyata Orang Dekat Korban, Sering Dibantu Modal

Pelaku berinisial DS, yang kini telah diamankan Polres Natuna, ternyata bukanlah orang asing bagi korban

TribunBatam.id/Birri Fikrudin
PENCURIAN TOKO EMAS ANGGOTA DPRD NATUNA - Kolase foto Ds, pelaku pembobol toko emas anggota DPRD Natuna, Ahmad Sapuari. Terungkap jika pelau merupakan orang dekat korban yang sering dibantu modal usaha. 

Ringkasan Berita:
  • Fakta baru terungkap dari Ds, pelaku pembobol toko emas anggota DPRD Natuna, Ahmad Sapuari pada Senin (2/3/2026) dini hari.
  • Korban ternyata orang dekat korban, bahkan kerap dibantu modal usaha.
  • Bawa kabur sedikitnya 2 kg emas. Aksinya sempat terekam CCTv.


TRIBUNBATAM.id, NATUNA
- Di balik kasus pembobolan Toko Mas Safari di Jalan Datuk Kaya Wan Mohamad Rasyid, Kelurahan Ranai Kota, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), tersimpan kisah yang tak hanya soal kerugian miliaran Rupiah, tetapi juga tentang kepercayaan.

Peristiwa pembobolan itu terjadi pada awal Maret lalu, tepatnya Senin (2/3/2026) dini hari. 

Pelaku seorang pria paruh baya berinisial Ds, yang kini telah diamankan Polres Natuna, ternyata bukanlah orang asing bagi korban.

Ia adalah sosok yang selama ini dikenal dekat oleh pemilik toko, Ahmad Sapuari yang juga merupakan anggota DPRD Natuna.

Bahkan pelaku kerap dibantu secara finansial oleh korban.

“Dia itu bukan orang lain bagi saya. Sudah sering kami bantu sejak 2022, baik untuk modal usaha maupun kebutuhan lainnya,” ujar Sapuari kepada TribunBatam.id.

Selama ini, Ds diketahui pernah mencoba berbagai usaha kecil.

Mulai dari berjualan sepatu, pakaian, hingga berdagang keliling maupun di kawasan Pasar Lama Ranai.

Di mata korban, pelaku adalah orang yang berjuang mencari penghidupan, sehingga tak sedikit bantuan yang diberikan.

Namun, hubungan baik itu perlahan berubah.

Sapuari mengatakan, menjelang Ramadan pelaku sempat kembali datang padanya untuk meminta bantuan modal.

Namun kali itu, permintaan korban tidak dikabulkan.

“Sebelum puasa dia sempat datang lagi minta bantu modal. Tapi saya tak kasih, karena sudah terlalu sering dibantu dan beberapa kali tidak jujur,” tuturnya.

Ia juga mengungkapkan, bantuan yang diberikan selama ini tidak selalu digunakan sebagaimana mestinya.

Modal yang diberikan itu kadang tidak dipakai untuk usaha, tapi untuk hal negatif.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved