Warga Natuna Kesal, Masih Ada Oknum Buang Sampah di Kawasan Eks TPS Pasar Lama Ranai
Kondisi di kawasan bekas TPS Pasar Lama Ranai Natuna masih dipenuhi tumpukan sampah, meski Pemkab telah memindahkan kontainer dari sana
Penulis: Birri Fikrudin | Editor: Dewi Haryati
NATUNA, TRIBUNBATAM.id - Kondisi kawasan bekas Tempat Penampungan Sementara (TPS) di Pasar Lama Ranai, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), yang masih dipenuhi tumpukan sampah membuat warga kesal.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna telah memindahkan kontainer ke lokasi baru dan memasang pemberitahuan di lokasi.
Namun nyatanya, masih saja ada oknum yang membuang sampah di lokasi lama.
Pantauan Tribunbatam.id di lapangan, Minggu (19/4/2026), tumpukan sampah berserakan di pinggir aspal, tepat di belakang tribun penonton Lapangan Bola Sri Srindit.
Sampah rumah tangga itu menumpuk di pinggir selokan, di bawah deretan pohon pisang, hingga ke bahu jalan.
Bahkan, beberapa kantong sampah hitam dan plastik kemasan terlihat tercecer hingga ke tengah badan jalan.
Kondisi ini tidak hanya merusak pemandangan, tetapi juga menimbulkan aroma tak sedap yang seharusnya tak tercium lagi.
Padahal, di lokasi tersebut telah dipasang baliho imbauan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Natuna yang melarang masyarakat membuang sampah sembarangan.
Dalam pengumuman itu juga ditegaskan, sejak 16 April 2026 kontainer sampah telah dipindahkan ke Tegul Laksamana.
Pemindahan TPS ini seiring dimulainya pembangunan Pasar Ikan Modern Natuna, proyek hibah dari Pemerintah Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA), yang disalurkan melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Namun pemberitahuan pemindahan lokasi TPS ini tampaknya diabaikan oleh sebagian oknum warga.
Seorang warga sekitar, Desi, mengaku kesal masih adanya oknum yang membuang sampah di lokasi tersebut.
“Ya bang, padahal kan sudah ada dipasang imbauannya, tapi masih ada juga yang buang sampah di situ. Kontainer kan sudah tidak ada, jadi sampahnya berserakan lah sampai ke jalan,” ujarnya.
Ia menduga, sampah tersebut sengaja dibuang pada malam hari saat kondisi sepi.
“Mungkin orang buangnya pas malam di sini, jadi tak keliatan,” katanya.
| Tangis Keluarga Pecah, Anak Korban Kecelakaan Maut di Karimun Menangis Memanggil Sang Ibu |
|
|---|
| Gerimis dan Tangis Iringi Pemakaman Yehezkiel, Siswa SMP di Batam yang Tenggelam di Bengkong |
|
|---|
| Karhutla di Natuna, 20 Hektare Lahan Warga di Teluk Buton Hangus Dilalap Api Sabtu Sore |
|
|---|
| Jadwal KM Sabuk Nusantara 36 Lintasi Natuna, Periode Tanggal 19-28 April 2026 |
|
|---|
| SPP Cup 2026 Resmi Bergulir di Dabo Singkep Lingga, 25 Tim Siap Unjuk Gigi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/SAMPAHBERSERAKAN.jpg)