Dolar Naik, Harga Kedelai Melonjak, Perajin Tahu Tempe di Natuna Putar Otak untuk Bertahan
Kenaikan nilai tukar dolar Amerika Serikat mulai dirasakan pelaku usaha kecil di daerah, termasuk para perajin tahu dan tempe di Natuna
Penulis: Birri Fikrudin | Editor: Dewi Haryati
Dalam sebulan, ia menghabiskan sekitar enam hingga tujuh ton kedelai untuk memenuhi permintaan pasar di Ranai dan sekitarnya.
Sementara dalam sehari, produksi dilakukan menggunakan sekitar 250 kilogram kedelai.
Dengan kebutuhan sebesar itu, kenaikan harga bahan baku tentu berdampak langsung terhadap biaya produksi.
Namun demikian, Bambang memilih tidak menaikkan harga jual produknya.
Ia khawatir pelanggan akan beralih ke produk lain jika harga tempe ikut naik.
Sebagai jalan keluar, ia melakukan penyesuaian pada ukuran tempe yang dijual.
"Harga masih sama. Cuma ukurannya yang kami kurangi sedikit. Paling sekitar dua gram untuk satu potong tempe. Kalau tahu tidak kami kurangi," ujarnya.
Menurut Bambang, langkah tersebut terpaksa dilakukan agar usahanya tetap berjalan dan pelanggan tidak merasa terbebani.
"Ya, itu salah satu cara supaya pelanggan tetap beli," katanya.
Di tengah kenaikan harga bahan baku, Bambang juga menghadapi tantangan lain, yakni menurunnya daya beli masyarakat.
Ia mengaku omzet penjualan eceran mengalami penurunan sekitar 10 persen dibandingkan kondisi normal.
Konsumen kini cenderung mengurangi jumlah pembelian karena harus menyesuaikan pengeluaran rumah tangga.
"Kalau untuk penjualan eceran cukup terasa. Omzet turun sekitar 10 persen. Ada pelanggan yang biasanya beli Rp25 ribu, sekarang hanya Rp15 ribu," ujarnya.
Menurut Bambang, kondisi ekonomi yang sedang sulit membuat masyarakat lebih selektif dalam berbelanja.
Meski demikian, ia tetap berupaya mempertahankan kualitas produk dan menjaga pasokan agar pelanggan tidak beralih.
| Harga Sembako Naik, Pedagang di Natuna Keluhkan Daya Beli Masyarakat dan Omzet Turun |
|
|---|
| Harga Bahan Pokok di Natuna Naik, Minyakita Tembus Rp21 Ribu per Liter di Pasar Ranai |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Natuna Hari Ini, Rabu 10 Juni 2026, BMKG Prediksi Hujan Petir Menjelang Siang |
|
|---|
| Natuna Buka 7 Beasiswa Dokter Spesialis 2026, Dokter PNS dan Fresh Graduate Bisa Daftar |
|
|---|
| SPMB Natuna 2026, Disdikbud Siapkan SMPN 4 untuk Urai Kepadatan Pendaftar di Bunguran Timur |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/PENGRAJIN-TAHU-TEMPE-DINATUNA.jpg)