Kamis, 11 Juni 2026

Dolar Naik, Harga Kedelai Melonjak, Perajin Tahu Tempe di Natuna Putar Otak untuk Bertahan

Kenaikan nilai tukar dolar Amerika Serikat mulai dirasakan pelaku usaha kecil di daerah, termasuk para perajin tahu dan tempe di Natuna

Tayang:
Penulis: Birri Fikrudin | Editor: Dewi Haryati
Tribun Batam/Birri Fikrudin
PERAJIN TAHU TEMPE DI NATUNA - Perajin Tahu Tempe Sidomulyo Bambang di Kota Ranai, Kabupaten Natuna, merasakan dampak kenaikan harga kedelai imbas dolar naik. Foto diambil Rabu (10/6/2026). 

Sebagai pelaku usaha yang telah dua dekade berkecimpung di industri tahu dan tempe, Bambang menilai harga kedelai saat ini menjadi salah satu yang tertinggi yang pernah ia alami.

"Selama saya usaha sekitar 20 tahun, ini termasuk harga kedelai yang paling tinggi. Memang hampir setiap tahun naik," katanya.

Ia berharap pemerintah dapat menjaga stabilitas harga kedelai impor serta memastikan ketersediaan stok bagi para perajin tahu dan tempe di daerah.

Terlebih Natuna yang berada di wilayah kepulauan, sangat bergantung pada pasokan bahan baku dari luar daerah.

"Harapan kami sederhana. Harga bisa stabil dan stok kedelai tetap tersedia. Karena kalau harga terus naik, yang berat bukan hanya perajin, tapi juga masyarakat sebagai konsumen," pungkasnya. 

(Tribunbatam.id/birrifikrudin).

Sumber: Tribun Batam
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved