Dolar Naik, Harga Kedelai Melonjak, Perajin Tahu Tempe di Natuna Putar Otak untuk Bertahan
Kenaikan nilai tukar dolar Amerika Serikat mulai dirasakan pelaku usaha kecil di daerah, termasuk para perajin tahu dan tempe di Natuna
Penulis: Birri Fikrudin | Editor: Dewi Haryati
Sebagai pelaku usaha yang telah dua dekade berkecimpung di industri tahu dan tempe, Bambang menilai harga kedelai saat ini menjadi salah satu yang tertinggi yang pernah ia alami.
"Selama saya usaha sekitar 20 tahun, ini termasuk harga kedelai yang paling tinggi. Memang hampir setiap tahun naik," katanya.
Ia berharap pemerintah dapat menjaga stabilitas harga kedelai impor serta memastikan ketersediaan stok bagi para perajin tahu dan tempe di daerah.
Terlebih Natuna yang berada di wilayah kepulauan, sangat bergantung pada pasokan bahan baku dari luar daerah.
"Harapan kami sederhana. Harga bisa stabil dan stok kedelai tetap tersedia. Karena kalau harga terus naik, yang berat bukan hanya perajin, tapi juga masyarakat sebagai konsumen," pungkasnya.
(Tribunbatam.id/birrifikrudin).
| Harga Sembako Naik, Pedagang di Natuna Keluhkan Daya Beli Masyarakat dan Omzet Turun |
|
|---|
| Harga Bahan Pokok di Natuna Naik, Minyakita Tembus Rp21 Ribu per Liter di Pasar Ranai |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Natuna Hari Ini, Rabu 10 Juni 2026, BMKG Prediksi Hujan Petir Menjelang Siang |
|
|---|
| Natuna Buka 7 Beasiswa Dokter Spesialis 2026, Dokter PNS dan Fresh Graduate Bisa Daftar |
|
|---|
| SPMB Natuna 2026, Disdikbud Siapkan SMPN 4 untuk Urai Kepadatan Pendaftar di Bunguran Timur |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/PENGRAJIN-TAHU-TEMPE-DINATUNA.jpg)