Senin, 20 April 2026

Pria di Lampung Pakaikan Baju Pengantin dan Mukena setelah Bunuh Bibinya

AKBP Erwin juga membeberkan pengakuan pelaku Bima yang membunuh korban karena dendam terhadap korban.

Editor: Khistian Tauqid
Tribunnews.com/Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra
TERSANGKA PEMBUNUHAN - Polresta Bandar Lampung ekspose keponakan bubuh bibinya di Bandar Lampung, Sabtu (29/11/2025). Keponakan Habisi Nyawa Bibi karena Dendam, Lalu Kuasai Motor Korban. 

TRIBUNBATAM.id - Pembunuhan keji dilakukan seorang pria bernama Bima Prasetio (27) terhadap bibinya sendiri, Wiwik Safitri (50).

Insiden tragis tersebut dilakukan Bima di rumah korban di Kelurahan Kelapa Tiga, Tanjungkarang Pusat, Bandar Lampung, pada Jumat (21/11/2025).

Pihak kepolisian langsung bergerak cepat menangkap pelaku Bima setelah jenazah Wiwik ditemukan oleh warga.

Wakapolresta Bandar Lampung AKBP Erwin Irawan, mengonfirmasi penangkapan Bima yang kini sudah ditetapkan menjadi tersangka.

AKBP Erwin juga membeberkan pengakuan pelaku Bima yang membunuh korban karena dendam terhadap korban.

Bima ternyata pernah dilaporkan korban ke Polsek Tanjungkarang Barat terkait kasus penggelapan. 

“Pelaku teringat sakit hatinya dan muncul niat membunuh korban,” ujar Erwin saat konferensi pers, Sabtu (29/11/2025).

Tak berhenti di situ saja, AKBP Erwin juga mengungkap tabiat Bima yang membunuh lalu mengenakan baju pengantin pada korban.

Awalnya, pelaku masuk ke rumah korban dengan memanjat plafon dan turun melalui lubang kamar. 

Ia membangunkan korban, lalu mencekiknya hingga tak bernyawa.
 
Setelah memastikan korban tewas, pelaku membisikkan kalimat Istighfar dan membacakan dua kalimat syahadat.

Baca juga: Bencana Alam di Sumbar, 34 Mayat Ditemukan, Ada yang Tersangkut di Bawah Kayu, Wajah Tak Dikenali

Kemudian mengenakan baju pengantin dan mukena pada tubuh korban. 

Usai azan subuh berkumandang, pelaku sempat salat di samping jenazah.

Bima kemudian mengambil kunci kamar, motor Honda Scoopy merah BE 2360 AJC, dan ponsel Redmi 13C milik korban. 

Barang-barang itu dibawa ke kos pacarnya di Kupang Kota. 

Ponsel dijual Rp 600 ribu, sementara motor digadaikan ke seseorang berinisial R di Merbau Mataram seharga Rp 6 juta. 

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved