Jumat, 24 April 2026

Preman Kampung Mengamuk Minta Setoran, Dadang Tewas di Hari Pernikahan Anak

Dadang meninggal dunia tepat di hari pernikahan anaknya di Kampung Cikumpay PTPN, Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta

Tribunnews.com/TRibun Jabar/Jaenal Abidin
HAJATAN BERDARAH - Ilustrasi Jenazah - Dadang (58) tewas dianiaya sekelompok pria saat gelar pesta pernikahan anaknya di Campaka, Purwakarta. Diduga dipicu penolakan uang jatah miras. 

"Ke kakak saya ada tiga orang, ke saya sekitar delapan orang. Tapi totalnya sekitar 10 orang," katanya.

Kasi Humas Polres Purwakarta, AKP Enjang Sukandi, membenarkan adanya peristiwa tersebut. 

Ia menyebut keributan berujung pada aksi kekerasan terhadap korban.

"Diduga ada sekelompok orang membuat keributan di acara hajatan yang kemudian berujung pada pemukulan hingga korban tidak sadarkan diri," ujar Enjang.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan belahan bambu yang diduga digunakan untuk menganiaya korban, terutama pada bagian kepala.

Ia mengatakan, korban sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong.

Hingga Sabtu (4/4/2026) malam sekitar pukul 20.35 WIB, jenazah korban masih berada di RSUD Bayu Asih Purwakarta untuk proses visum guna memastikan penyebab pasti kematian.

Polisi kini telah mengamankan sejumlah terduga pelaku dan masih melakukan pemeriksaan intensif.

"Pelaku sudah diamankan, dan kami masih melakukan pendalaman," kata Enjang.(*)

 

Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Sudah Dikasih, Minta Lagi Rp500 Ribu": Kesaksian Adik Korban Pemalakan Hajatan di Purwakarta

Sumber: Tribun Batam
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved