ART TEWAS SAAT KABUR
Kesaksian Mencekam Insiden 2 ART Terjun dari Lantai 4 Rumah Majikan, 1 Korban Merintih Kesakitan
Insiden tersebut mengakibatkan D meninggal dunia dan R mengalami patah tulang hingga harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.
TRIBUNBATAM.id - Penjaga rumah kos bernama Edi memberikan kesaksian mencekam terkait insiden dua asisten rumah tangga (ART) yang terjun dari lantai empat rumah.
Kedua korban berinisial D (18) dan R (30) yang nekat terjun dari lantai empat tempat kos di wilayah Bendungan Hilir, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Insiden tersebut mengakibatkan D meninggal dunia dan R mengalami patah tulang hingga harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.
Edi sebenarnya tidak mengenal kedua ART tersebut secara dekat.
Hanya saja, Edi sering bertegur sapa ketika bertemu di sekitar rumah kos.
Edi mengatakan bahwa kedua korban masih empat bulan bekerja sebagai ART di rumah kos tersebut.
Bahkan, untuk korban D baru lima hari kerja di rumah kos.
"Keduanya masih baru semua. Yang dirawat di RS itu saya sering say hello. Dia baru tiga atau empat bulan bekerja di sini," ujar Edi.
"Kalau yang satunya baru lima hari (bekerja)," tuturnya.
Khusus korban R kini dirawat di RS Mintohardjo karena mengalami patah tangan.
Sedangkan korban D meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP).
Ketika insiden maut itu terjadi, Edi sedang tidur di pos jaga bagian depan rumah kos.
Warga yang mengetahui perisitiwa maut itu langsung membangunkan Edi dan langsung mendatangi TKP.
Edi melihat kedua korban sudah tergeletak, satu di antaranya merintih kesakitan.
"Saya lihat satunya diam, yang satu lagi merintih sakit. Saya sempat tanya kepada yang mengeluhkan sakit," tutur Edi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Rumah-tempat-dua-orang-asisten-rumah-tangga-ART-perempuan-loncat-dari-lantai-4.jpg)