Jumat, 5 Juni 2026

Driver Ojol Culik Bocah 7 Tahun

Bocah Diculik saat Bermain, Dicekik hingga Pingsan sebelum Dibuang ke Parit

Kasus driver ojol culik bocah berusia 7 tahun di Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur, mengungkap rangkaian peristiwa memilukan.

Tayang:
Tribun Batam/TRIBUNKALTIM.CO/Dwi Ardianto
PENCULIKAN ANAK KUTIM - Konferensi pers Polda Kaltim,Kamis (4/6/2026). Polda Kaltim melakukan pengungkapan kasus tindak pidana perampasan kemerdekaan yang mengakibatkan meninggal dunia seorang anak di bawah umur di wilayah hukum Polda Kaltim. (TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO) 

TRIBUNBATAM.id - Kasus driver ojol culik bocah berusia 7 tahun di Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur, mengungkap rangkaian peristiwa memilukan.

Muhammad Royyan Prasetyo atau Royyan, bocah asal Kecamatan Sangatta Utara, diduga dibujuk pelaku menggunakan kegemarannya memancing sebelum akhirnya dibawa pergi.

Royyan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dua hari kemudian.

Polisi telah menangkap pria berinisial MY (32).  Di balik hilangnya Royyan, polisi menemukan dugaan motif ekonomi yang melatarbelakangi aksi nekat MY.

Pengungkapan kasus tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Gedung Mahakam Polda Kalimantan Timur pada Kamis (4/6/2026).

Konferensi pers dipimpin langsung Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro dan turut dihadiri Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kaltim Kombes Pol Jamaluddin Farti, Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Yuliyanto, serta Kapolres Kutai Timur AKBP Fauzan Arianto.

Bagaimana kronologi penculikannya?

  • Royyan di rumah bersama keluarga di Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur, Senin 1 Juni 2026 pukul 19.00 WITA
  • Ibunda korban sempat hendak membuang sampah tidak jauh dari rumah usai menunaikan salat Magrib.
  • Royyan enggan ikut ibu, pilih bermain bersama teman
  • Pelaku sudah mengintai sejak siang hari
  • Pelaku kemudian mendekati Royyan dan memanfaatkan kegemaran korban memancing. Dengan cara itu, pelaku mengajak Royyan pergi memancing.

Upaya pencarian

Ketika ibunya kembali setelah membuang sampah, Royyan sudah tidak berada di rumah maupun di sekitar lokasi bermainnya.

Keluarga langsung melakukan pencarian dengan menyisir lingkungan sekitar. Warga, pengurus RT, dan kerabat turut membantu mencari keberadaan korban hingga malam hari.

Pencarian dilakukan di berbagai lokasi, mulai dari jalan lingkungan, parit, kolong bangunan, hingga sumur-sumur di sekitar permukiman. Namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil.

Kekhawatiran keluarga semakin besar setelah sejumlah teman korban mengaku melihat Royyan dibawa seorang pria menggunakan sepeda motor matik. Pria tersebut disebut mengenakan helm merah dan jaket transportasi online.

Informasi itu kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian.

Menerima laporan tersebut, Tim Gabungan Polres Kutai Timur segera melakukan penyelidikan.

Polisi memeriksa sejumlah saksi, mengumpulkan rekaman kamera pengawas atau CCTV, serta melakukan analisis digital untuk melacak identitas pelaku.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kaltim Kombes Pol Jamaluddin Farti menjelaskan keberhasilan mengungkap kasus ini merupakan hasil kombinasi penyelidikan lapangan dan teknologi informasi.

"Berawal dari olah TKP awal di rumah korban, kemudian pemeriksaan saksi-saksi yang melihat kejadian. Dari hasil penyelidikan terkait IT juga didapatkan profiling yang bersangkutan. Setelah kita profiling dan dicocokkan dengan keberadaannya di TKP awal, tergambar bahwa yang bersangkutan kemungkinan besar adalah pelaku," jelas Jamaluddin.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved