Jumat, 24 April 2026

Natuna Terkini

Gubernur Ansar Resmikan Jembatan Semala di Natuna, Akses Batubi-Kelarik Lebih Lancar

Gubernur Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad, meresmikan secara langsung Jembatan Sungai Semala di Kecamatan Bunguran Utara, Kabupaten Natuna

Penulis: Birri Fikrudin | Editor: Eko Setiawan
Gubernur Ansar Resmikan Jembatan Semala di Natuna, Akses Batubi-Kelarik Lebih Lancar - Resmikan-jembatan.jpg
Tribun Batam/Birri Fikrudin
Gubernur Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad, saat memotong pita tanda diresmikannya Jembatan Sungai Semala di Kecamatan Bunguran Utara, Kabupaten Natuna, Jumat (3/4/2026) siang.
Gubernur Ansar Resmikan Jembatan Semala di Natuna, Akses Batubi-Kelarik Lebih Lancar - GUBERNURANSAR.jpg
Tribun Batam/Birri Fikrudin
Gubernur Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad, saat melakukan penandatanganan prasasti Jembatan Sungai Semala di Kecamatan Bunguran Utara, Kabupaten Natuna, Jumat (3/4/2026) siang.

Ansar juga mengingatkan agar masyarakat tidak melakukan aktivitas yang dapat merusak struktur jembatan, sehingga dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

“Saya minta masyarakat menjaga dan merawat jembatan ini. Ini milik bersama yang harus dijaga keberlangsungannya,” pesannya.

Diketahui, pembangunan jembatan ini sebenarnya telah direncanakan sejak beberapa waktu lalu.

Namun, sempat tertunda karena anggaran dialihkan untuk penanganan bencana di Kecamatan Serasan.

Kini, setelah rampung menggunakan anggatan tahun 2025, jembatan tersebut resmi dapat dimanfaatkan masyarakat.

Selama ini, akses di wilayah tersebut kerap terkendala, terutama saat musim hujan.

Jembatan lama yang masih berbahan kayu sering terendam banjir akibat luapan sungai, bahkan tak jarang mengalami kerusakan hingga putus.

Hal itu diungkapkan salah satu Tokoh masyarakat Kelarik, Zapridin, mengaku bersyukur atas pembangunan jembatan permanen tersebut.

Menurutnya, kehadiran Jembatan Semala sangat membantu masyarakat, khususnya dalam memperlancar akses menuju pusat ibu kota Kabupaten Natuna.

“Dulu kami hanya mengandalkan jembatan kayu. Kalau musim hujan sering banjir dan bahkan putus. Ini sangat menghambat aktivitas masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembangunan jembatan ini sudah lama dinantikan oleh warga setempat.

Meski demikian, masyarakat juga berharap pemerintah dapat segera melanjutkan pembangunan jalan penghubung Kelarik-Batubi yang masih tersisa untuk diaspal sekitar 6 kilometer.

“Kalau jalannya nanti sudah aspal semua tentu akan sangat mendukung aktivitas ekonomi masyarakat,” tutupnya. (Tribunbatam.id/birrifikrudin).

Sumber: Tribun Batam
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved