Jumat, 22 Mei 2026

Cabai Rawit Masih Mahal di Bintan Timur Jelang Iduladha 1447 H, Simak Harga Pangan Lainnya

Perbandingan harga jual cabai rawit dan cabai hijau di Bintan Timur terungkap dari hasil pengecekan Satgas Saber Pangan. Cabai rawit lebih mahal

Tayang:
Penulis: ronnye lodo laleng | Editor: Dewi Haryati
Tribun Batam/Istimewa
HARGA SEMBAKO - Satgas Saber Pangan Bintan cek harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok dan barang penting (bapokting) jelang Hari Raya Idul Adha 2026. 

BINTAN, TRIBUNBATAM.id - Harga cabai rawit di sejumlah pasar di Bintan Timur, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), lebih mahal jika dibandingkan harga cabai hijau jelang Lebaran Iduladha 1447 hijriah.

Perbandingan harga jual cabai tersebut berdasarkan hasil pengecekan Satgas Saber Pangan sehari yang lalu.

Harga ini tergolong normal seperti hari-hari sebelumnya.

Hal ini disampaikan Kanit Tipiter Satreskrim Polres Bintan Ipda Salamun, Jumat (22/5/2026).

Pengecekan ini sebagai langkah antisipasi untuk menjaga stabilitas harga pangan serta mencegah praktik penimbunan bahan pokok, yang dapat merugikan masyarakat menjelang Hari Raya Iduladha 1447 hijriah, tahun 2026.

Tim melakukan monitoring guna memastikan para pedagang menjual komoditas sesuai dengan Harga Acuan Penjualan (HAP) maupun Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

“Dari hasil pemantauan di lapangan, stok ketersediaan kebutuhan masyarakat Bintan tercukupi dengan baik. Harga bapokting cenderung stabil, tidak melebihi HET atau HAP,” kata Salamun.

Berdasarkan pengecekan di lapangan, harga cabai rawit lokal dijual pedagang senilai Rp50 ribu per kilogram.

Sedangkan harga cabai hijau dijual Rp28 ribu per kilogram, lebih mahal rawit dibandingkan harga cabai hijau.

Selain cabai, harga bawang merah terpantau Rp32 ribu per kilogram dan bawang putih Rp26 ribu per kilogram. Harga MinyakKita dijual Rp15.700 per liter.

Beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Rp62 ribu per lima kilogram, telur ayam ras Rp57 ribu per papan atau sekitar Rp31.667 per kilogram.

Kegiatan monitoring ini akan terus dilakukan secara berkala untuk memastikan harga dan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga di wilayah Bintan.

“Monitoring ini kami lakukan untuk memastikan harga bahan pokok tetap stabil dan ketersediaannya aman bagi masyarakat," katanya.

Ia juga mengingatkan para pedagang maupun distributor agar tidak melakukan praktik penimbunan atau memainkan harga yang dapat merugikan masyarakat, terutama menjelang Hari Raya Iduladha,” katanya. (TRIBUNBATAM.id/ Ronnye Lodo Laleng)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved