TOPIK
Mahasiswi Ibnu Sina Batam Hilang
-
Mayat tersebut kini telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan visum.
-
Muari, ibunda Lia Arzalina, langsung pingsan dan meratap saat mengetahui putri sulungnya itu telah ditemukan tak bernyawa, Rabu (27/7/2016).
-
"Baju warna biru dan celana panjang warna abu-abu ini, tidak salah lagi, ini benar pakaian ponakan saya,"ucap Subaim berlinang air mata.
-
Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribun Batam dari berbagai sumber, jasad Lia Arzalinan, mahasiswi Ibnu Sina Batam, yang ditemukan punya ciri-ciri:
-
Jendi (34) terkejut bukan main saat menemukan sosok mayat yang diduga Lia Arzalina, mahasiswi Ibnu Sina Batam yang meninggalkan rumah.
-
Menurut Kapolsek Nongsa Kompol Dalimunthe saat ditemukan, tak jauh dari mayat tersebut ada tas yang berisi KTP atas nama Lia Arzalina.
-
Diduga mayat tersebut adalah tubuh Lia Arzalina, mahasiswi Ibnu Sina Batam yang meninggalkan rumah dan tidak kembali sejak Minggu, 3 Juli 2016 lalu.
-
Saat mengigat putri sulungnya itu, air mata hampir menetes di pipi Muari.
-
Joko, sepupu ayah Lia, Zamzali, menuturkan, pihak keluarga terus berupaya mencari Lia. Bahkan mereka sudah mendatangi orang pintar.
-
Muari yang sedang sakit sangat terpukul memikirkan dimana keberadaan putri sulungnya, ditambah lagi duka ditinggal suami untuk selamanya.
-
Nasib kurang baik memang sedang mendera keluarga Lia Arzalinan, mahasiswi STAI Ibnu Sina, Batam, semester lima Jurusan Hukum Ekonomi Syariah.
-
Sampai saat ini pihak Polsek Sagulung sudah panggil beberapa saksi untuk mengungkap kasus anggota keluarga yang meninggalkan rumah tersebut.
-
Timbunan tanah di atas makam Alm M Zamzali (48), ayah kandung Lia Arzalinan, di Blok A1 nomor 320 Sei Temiang, Batam, masih tampak basah.
-
Keluarga Lia Arzalinan sampai saat ini belum mengetahui dimana keberadaan anggota keluarganya.
-
Waskima Alias Andre (25), mantan pacar Lia Arzalinan, mahasiswi STAI Ibnu Sina, Batam, mengaku sempat menerima pesan BBM dari Lia pada Minggu (3/7)
-
Waskima Alias Andre (25), mantan pacar Lia Arzalinan, mahasiswi STAI Ibnu Sina, Batam yang menghilang, menceritakan pengalaman mereka berpacaran.