Lawan Militan Pro-ISIS, Presiden Duterte Ajak Tentara Pemberontak Bantu Pemerintah. Ini Imbalannya

Duterte mengutip penggalan surat yang dikirimkan Nur Misuari yang mengatakan 5.000 pejuang MNLF akan dikerahkan untuk melawan teroris

Lawan Militan Pro-ISIS, Presiden Duterte Ajak Tentara Pemberontak Bantu Pemerintah. Ini Imbalannya
AFP PHOTO / TED ALJIBE
Tentara Filipina melakukan patroli di Kota Marawi, Mindanao, menghadapi militan Muate yang pro-ISIS, Senin (29/5/2017). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, ZAMBOANGA CITY - Presiden Filipina Rodrigo Duterte telah menerima tawaran pemimpin Front Nasional Pembebasan Moro (MNLF) untuk mengerahkan anggotanya membantu tentara melawan kelompok militan Maute.

Saat mengunjungi tentara yang terluka di Jolo, Sabtu (27/5/2017), Duterte menyerukan agar Front Pembebasan Islam Moro (MILF) dan Tentara Rakyat Baru (NPA) mengikuti langkah Nur Misuari.

Saat itu, Duterte mengutip penggalan surat yang dikirimkan Nur Misuari yang mengatakan 5.000 pejuang MNLF akan dikerahkan untuk melawan teroris.

Dalam surat itu, ujar Duterte, insiden di Marawi menjadi kesempatan bagi MNLF menunjukkan niat baik mereka membantu pemerintah memulihkan perdamaian di Mindanao, terutama di Marawi.

Baca: Korea Utara: Ujicoba Roket Kami Berhasil, Tepat Mengenai Sasaran di Laut Jepang

Presiden Duterte tengah mempertimbangkan tawaran itu, termasuk usulan agar meminta bantuan MILF dan NPA melawan Maute.

Sebagai imbalan, pemerintah akan membayar para gerilyawan itu dengan jumlah uang dan tunjangan seperti yang diterima anggota militer Filipina.

"Saya meminta kepada pejuang MILF dan MNLF bahwa konflik ini akan berjalan lama.

Jika kalian ingin bergabung bersama republik, saya akan memperlakukan kalian seperti tentara," ujar Duterte.

"Saya akan memberikan hak-hak yang sama kepada kalian seperti kepada tentara.

Halaman
12
Editor: nandrson
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved