BATAM TERKINI

Tokoh DPRD Tanggapi Santai Pengaduan Huzrin ke BK

Sebelum melayangkan surat kepada BK DPRD Kepri, Huzrin sempat menyampaikan kekesalannya terhadap sejumlah anggota dewan.

Tokoh DPRD Tanggapi Santai Pengaduan Huzrin ke BK
tribun/annemaria
Taba Iskandar 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Ketua Badan Kehormatan (BK) Dewan Perwakilan Rakyat daerah (DPRD) Kepri Hotman Hutapea sudah menerima surat pengajuan yang dilayangkan oleh Ketua Badan Pekerja Pembentukan Provinsi Kepulauan Riau (BP3KR) Huzrin Hood.

Kendati pun surat resminya belum diterima, Hotman sendiri sudah mendapat kiriman foto surat isi surat tersebut melalui pesan WhatsApp (WA) dari Huzrin pada Rabu (14/6/2017) lalu.

Saat itu, Hotman sedang berada di Jakarta dalam urusan konsultasi seputar pemilihan wakil gubernur (Pilwagub) Kepri.

"Saya baru kemarin terima WA suratnya dari Bang Huzrin, nanti BK pelajari dulu mengenai suratnya. Adakah kode edik yang dilanggar dan didiskusikan dengan anggota BK," ungkap Hotman melalui pesan Wa kepada Tribun, Kamis (15/6/2017) sore.

Baca: Soal Wacana Provinsi Khusus Batam, Soerya Respationo: Darmin Salah Diagnosa

Baca: Kembangkan Pendidikan Siswa, SMKN I Batam Gandeng 14 Perusahaan

Baca: Usai Tabrak Empat Mobil di depannya, Begini Reaksi Wanita Pengendara Fortuner

Sebelum melayangkan surat kepada BK DPRD Kepri, Huzrin sempat menyampaikan kekesalannya terhadap sejumlah anggota dewan antara lain Taba Iskandar, Syukri Fahrial dan Asmin Patros.

Pasalnya, mereka turut memprakarsai Badan Pekerja Perjuangan Pembentukan Provinsi Khusus Barelang.

Penilaian Huzrin tersebut ditanggapi secara santai oleh Taba dan Syukri. Keduanya menganggap ancaman Huzrin itu sebagai sesuatu yang biasa saja.

"Biasa saja. Silakan melaporkan saya kepada BK DPRD Kepri," ungkap Taba.

Kader partai Golkar itu menegaskan lagi BK DPRD Kepri tentu akan memproses laporan tersebut sambil melihat apa kesalahan dirinya yang melanggar kode etik anggota dewan. Dia kemudian menyerahkan semua urusan selanjutnya kepada BK DPRD Kepri.

Syukri sendiri pun berkomentar tidak jauh berbeda dari Taba. Dia mengaku tidak ada hal yang aneh dari sikap anggota dewan yang memprakarsai pembentukan provinsi khusus Barelang. Namun, dia juga memahami kalau sesuatu yang dianggap baik oleh seseorang belum tentu dinilai baik juga oleh orang lain.

"Yang jelas tidak ada niat untuk melakukan hal-hal yang negatif. Semuanya dimaksudkan untuk mencapai hal yang positif," tegas kader partai Haruna itu. (*)

Penulis: Thom Limahekin
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved