BATAM TERKINI

Pemerintah Tetapkan HET Beras, Pedagang : Kalau Cuma Naik Rp 500 Perak Tak Ada Untung

Pedagang beras di Pasar Fanindo, Batuaji mulai galau menyusul adanya peraturan pemerintah pusat terkait penerapan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras.

Pemerintah Tetapkan HET Beras, Pedagang : Kalau Cuma Naik Rp 500 Perak Tak Ada Untung
TRIBUNBATAM/IAN PERTANIAN
Pedagang beras di Pasar Fanindo mulai galau terkait penetapan HET beras oleh pemerintah pusat. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Pedagang beras di Pasar Fanindo, Batuaji mulai galau menyusul adanya peraturan pemerintah pusat terkait penerapan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras

Dalam aturan yang dikeluarkan oleh Kementerian Perdagagan dan diterapkan mulai 1 September 2017 tersebut, HET harga beras premium ditetapkan sebesar Rp 9.450 dan Rp 12.800 untuk daerah-daerah produsen beras seperti, Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, NTB dan Sulawesi.

Sementara, untuk wilayah di luar itu akan ada perbedaan harga Rp 500 - Rp 800 sebagai margin biaya transportasi.

Meski kebijakan tersebut belum diterapkan di Kota Batam, namun para pedagang beras eceran sudah mulai was-was jika hal tersebut diterapkan di Batam. Pasalnya, biaya ongkos kirim beras lokal yang akan dikeluarkan cukup tinggi dibandingkan jika membeli beras impor dari luar negeri.

"Di Batam ini kan harga beras lokal harganya sangat mahal, contohnya beras Arum Super dijual Rp 299.000 , beras pandanwangi Rp 290.000 , beras lonceng Rp 270.000 , beras Suci Rp 298.000. Jadi nanti kalau harganya cuma bisa dinaikkan Rp 500 sampai Rp 800, sudah tidak ada untungnya," kata Adi pedagang beras di Pasar Fanindo, Selasa (6/9/2017).

Saat ini harga jual beras per kilogramnya di Pasar Fanindo, pedagang hanya ambil Rp 200 rupiah per kilogramnya.

"Itupun sudah dirasakan sangat mahal oleh pembeli, makanya mereka lebih baik beli di supermarket dibanding di pedagang eceran,"kata Adi.

(Baca: Menurut Gubernur Kepri, Ini Faktor Pemicu Ekonomi Batam Kian Terpuruk)

(Baca: Selesai Tunaikan Ibadah Haji, Ini Dia Jadwal Kepulangan Jemaah Haji Embarkasi Batam)

(Baca: Polisi Bakal Periksa Kejiwaan Suami Indria Kameswari. Ini Sebabnya)

Dia juga mengatakan paling banyak untung yang bisa diambil pedagang dalam satu karung hanya Rp 10 ribu.

"Itupun sudah pasti susah lakunya, pembeli mencari tempat yang lebih murah," katanya. (*)

*Baca berita terkait di Tribun Batam edisi cetak, Kamis 7 September 2017

Penulis: Ian Pertanian
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help