TribunBatam/

ANAMBAS TERKINI

Dibuatnya Berjam-jam, Harga Gula Aren di Tarempa Hanya Dihargai Setengah dari Harga Jual

Upaya mereka untuk membuat gula aren hingga berjam-jam lamanya, seringkali tidak mendapat hasil seperti yang mereka harapkan

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, ANAMBAS - Nasib pembuat gula aren di Arung Hijau Desa Tiangau Kecamatan Siantan Selatan masih jauh dari kata sejahtera.

Upaya mereka untuk membuat gula aren hingga berjam-jam lamanya, seringkali tidak mendapat hasil seperti yang mereka harapkan.

Gula arena hasil olahan mereka kerap kali tidak terjual, sehingga mereka harus membawa kembali ke rumah.

Seperti yang dialami seorang pembuat gula arena di Tarempa ini.

Baca: RAME! Warga Berdesak-desakan Ingin Dekat Adhika, Ussy dan Caisar

Baca: Adhika Pratama dan Ussy Hadir, Pengunjung Car Free Day Zapin Teriak Histeris!

Baca: Diwarnai Pesta Gol Man City ke Gawang Liverpool. Ini Hasil Lengkap Premier League Sabtu

"Sering kali gula aren yang hendak kami jual, terpaksa kami bawa pulang. Karena di pasar sudah ada," ujar Husein seorang pembuat gula aren saat ditemui di Arung Hijau Sabtu (9/9/2017) malam.

Husein menjelaskan, pembuat gula aren memiliki langganan sendiri untuk menjual hasil dagangannya.

Harga gula aren ke sejumlah toko, dijual seharga Rp 8 ribu per empat ons yang dibungkus dengan daun pisang kering.

"Kami menyebutnya satu tempong. Dicetak ke tempurung kelapa yang dibelah menjadi dua. Pembuat gula aren ini sudah memiliki langganan. Bagi yang tidak punya langganan, punya mereka tidak mau diambil.

Kalau pun diambil, paling jadi separuh harga. Jadi kalau harganya Rp 8 ribu per tempong, jadi Rp 4 ribu," ungkapnya.(*)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: nandarson
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help