TribunBatam/

Ngeri! Rombongan Kondangan di Karimun Terjatuh ke Laut, Pelantar Kayu ke Pulau Parit Jebol

Ngeri! Rombongan Kondangan di Karimun Terjatuh ke Laut, Pelantar Kayu ke Pulau Parit Jebol

Ngeri! Rombongan Kondangan di Karimun Terjatuh ke Laut, Pelantar Kayu ke Pulau Parit Jebol
tribunbatam/elhadif putra
Warga memperbaiki pelantar sehabis rombongan warga kondangan ke Pulau Parit jatuh ke laut 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN-Sekelompok warga menjadi korban ambruknya pelantar kayu samping Hotel Gabion, Tanjungbalai, Kecamatan Karimun, Kabupaten Karimun pada Jumat (9/10/2017) sore.

Baca: Luar Biasa! Aksi Pebalap Zarco Dorong Motor Hingga Garis Finish GP San Marino Mengharukan!

Baca: Miliki 8 Paket Heroin, Polisi Tangkap Pelaku Narkoba di Sei Lakam Karimun

Baca: Disperindag Tetapkan Harga Eceran Tertinggi Beras di Batam, Paling Mahal Rp 13.300 per Kilonya!

Dari informasi yang diperoleh di lokasi, peristiwa naas tersebut terjadi sekira pukul 15.15 WIB. Dimana serombongan warga yang terdiri dari laki-laki dan perempuan asal Pulau Karimun baru saja pulang menghandiri kondangan dari Pulau Parit.

Ketika rombongan warga itu berjalan tiba-tiba pelantar kayu ambruk. Akibatnya warga yang berjumlah sekitar 10 orang itu terjatuh ke laut yang sedang pasang. Satu unit sepeda motor milik warga yang berada di pelataran ikut terjatuh ke laut.

"Saya sedang ngopi, tiba-tiba ada bunyi bruuuk. Saya langsung lari ke sini. Ada sekitar 10 orang yang jatuh, yang perempuan ada lima. Katanya habis kondangan di Pulau Parit," kata seorang warga Maharudin di lokasi kejadian.

Tidak ada korban jiwa akibat peristiwa itu. Namun para korban mengalami luka-luka lecet di tubuhnya akibat terkena kayu-kayu yang ada di bawah pelataran. Warga sekitar langsung memberi pertolongan dengan membantu menaikan para korban.

"Tadi kasihan ada nenek-nenek satu. Untung kepalanya tak terkena kayu. Setelah dinaikan warga rombongan itu langsung pulang," ujar Maharuddin.

Setelah kejadian, warga sekitar langsung memperbaiki dengan mengganti kayu pelantar. Terlihat panjang pelantar yang berjarak sekitar 50 meter dari jalan Nusantara itu ambruk sekira lima hingga enam meter.

Dari pantauan tribun, kondisi pelantar yang sehari-harinya digunakan oleh warga menuju pelabuhan boat pancung tujuan Pulau Parit dan Pulau Tulang tersebut sudah mengkhawatirkan. Banyak terlihat kayu-kayu yang sudah lapuk.

"Sering orang Dinas datang ke sini, tapi hanya melihat-lihat. Kemarin baru diperbaiki yang di depan saja. Namanya kayu ya sewaktu-wakltu bisa patah lagi," ungkap seorang warga lain di lokasi kejadian. (*)

Penulis: Elhadif Putra
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help