Heboh Pasien BPJS Meninggal, Direktur RSUD Bintan Kumpulkan Stafnya Termasuk IGD. Begini Hasilnya!

Heboh Pasien BPJS Meninggal, Direktur RSUD Bintan Kumpulkan Stafnya Termasuk IGD. Begini Hasilnya!

Heboh Pasien BPJS Meninggal, Direktur RSUD Bintan Kumpulkan Stafnya Termasuk IGD. Begini Hasilnya!
tribunbatam/aminnudin
Suasana rumah duka warga Sei Enam yang dikabarkan meninggal dunia setelah RSUD menolak merawat lantaran diduga kartu BPJS mati 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BINTAN - Direktur RSUD Bintan Benni Antomi menyatakan, pihaknya sudah melakukan pengecekan dan pemeriksaan staf terkait dugaan kelalaian penanganan medis yang dilakukan rumah sakit terhadap pasien atas nama Rohaini (43), warga kampung Sungai Enam RT 01 RW 02, Kelurahan Sungai Enam, Kecamatan Bintan Timur.

Baca: Direktur RSUD Bintan Datang Melayat, Suasana Langsung Panas. Terdengar Teriakan Warga Marah!

Baca: BREAKINGNEWS: Ditolak Berobat ke RSUD, Warga Bintan Meninggal Dunia. Gara-gara Kartu BPJS Mati?

"Kita sudah bicara, kita kumpulkan staf dan petugas IGD yang bekerja dan betugas saat kejadian pasien datang. Mulai dari perawat, dokter, semua yang nenangani pasien sudah kita panggil, meminta klarifikasi, meminta keterangan tentang apa yang terjadi yang sesungguhnya,"kata Benni, Rabu (20/9/2017).

Dari keterangan staf atau pegawai yang bertugas pada Senin malal lalu, kejadiaannya adalah pasien datang dengan keluhan muntah. Petugas kemudian penanganan awal untuk mengetahui hala hal yang sifatnya urgen.

Benni mengatakan, dokter sempat melakukan pemberian pengobatan dan melakukan pengecekan tubuh pasien. Diagnosa dokter, pasien atas nama Rohaini memiliki kondisi stabil. "Menurut keterangan dokter yang tugas malam itu, tidak ada hal hal yang membahayakan setelah dicek,"kata Benni.

Karena cek medis awal menunjukan kondisi stabil, dokter mengizinkan Rohaini menjalani rawat jalan dalam hal ini boleh pulang ke rumah. Tapi, keluarga dalam hal ini Alamsyah, putra Rohaini sempat meminta agar ibunya dirawat di rumah sakit.

"Tapi keluarga kemudian memutuskan untuk membawa pulang pasien. Rupanya keesokan harinya hal hal yang tidak kita inginkan terjadi, pasien meninggal. Memang ada selang waktu di rumah, kita tidak tahu apa yang terjadi, sampai akhirnya kita dapat kabar pasien sudah meninggal,"kata Benni.

Persoalan meninggalnya pasien kemudian kata Benni langsung direson pihaknya. (*)

Penulis: Aminnudin
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved