TribunBatam/

BATAM TERKINI

Sudah 169 Perusahaan Gulung Tikar, Beginilah Kondisi Ekonomi Batam Saat Ini

Ada 54 perusahaan gulung tikar pada 2015, 62 perusahaan pada 2017, dan 53 perusahaan sepanjang Januari-Juli 2017.

Sudah 169 Perusahaan Gulung Tikar, Beginilah Kondisi Ekonomi Batam Saat Ini
TRIBUNBATAM/ARGIANTO
Suasana lengang PT Sanmina yang ada di kompleks Industri Batamindo, Jumat (6/10/2017). Sejak 3 Oktober 2017 lalu, operasional perusahaan tersebut berhenti. 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Pemerintah pusat tidak puas dengan kinerja Badan Pengusahaan (BP) Batam, terutama dalam 3 tahun terakhir. Klimaksnya, pemerintah mencopot seluruh pejabat badan tersebut.

Salah satu faktor indikator yang menjadi pertimbangan pemerintah mencopot seluruh pejabat BP Batam yaitu merosotnya investasi. Tercatat, 169 perusahaan gulung tikar sejak 2015.

"Itu berdasarkan data Dinas Ketenagakerjaan Kota Batam," ujar Menko Perekonomian Darmin Nasution saat melantik pejabat baru BP Batam di Jakarta, Kamis (19/10/2017).

Dia merinci, ada 54 perusahaan gulung tikar pada 2015, 62 perusahaan pada 2017, dan 53 perusahaan sepanjang Januari-Juli 2017. Hal ini membuat ekonomi Batam anjlok dari 5,4 pada 2016, menjadi di bawah 2 persen pada 2017.

Menurut Darmin, banyaknya perusahaan gulung tikar di Batam menimbulkan kekawatiran bagi pemerintah. Apalagi, sejak awal, Batam sudah digadang-gadang akan menjadi pesaing Singapura.

Pimpinan BP Batam, tutur dia, sudah melakukan berbagai upaya untuk menanggulangi persoalan itu. Namun, kebijakan yang diambil justru menimbulkan banyak protes dan kegaduhan dari para pengusaha.

Baca: Ditantang Kembalikan Batam Jadi Lokomotif Ekonomi Kawasan, Ini Rencana Kepala BP Batam Mewujudkannya

Baca: Sudah Miliki Modal Jadi KEK, Ini Daftar Kemudahan yang Bakal Didapatkan Batam

Baca: TERUNGKAP! Setelah PT Sanmina Tutup, Segini Jumlah Pengangguran di Batam Saat Ini

Baca: Semua Karyawan di-PHK, Begini Nasib Sebuah Perusahaan Galangan Kapal di Tanjunguncang Kini

"Upaya yang dilakukan BP Batam patut diapresiasi, namun masukan pelaku usaha patut didengar karena merekalah yang melakukan kegiatan ekonomi," kata Darmin.

Selain itu, pemerintah juga menyoroti belum selesainya dualisme kewenangan antara BP Batam dengan Pemerintahan Kota Batam. Akibatnya, banyak aturan yang saling tumpang tindih.

Darmin berharap, pimpinan baru BP Batam di bawah komando Lukita Dinarsyah Tuwo mampu mengembalikan perekonomian Batam ke angka 7 persen dalam tempo 2 tahun.

Selain itu, Batam juga akan diubah dari Kawasan Perdagangan Bebas atau Free Trade Zone (FTZ) menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). (*)

*Berita ini juga tayang di Kompas.com dengan judul : Ekonomi di Batam Anjlok, 169 Perusahaan Gulung Tikar

Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help