TribunBatam/

BATAM TERKINI

Soal Tudingan BP Batam Tak Mau Proses Perubahan FTZ ke KEK, Begini Penjelasan Hatanto

Hatanto Reksodipoetro angkat bicara soal tudingan BP Batam selama ini tak pernah memproses transisi status Batam dari FTZ menuju KEK.

Soal Tudingan BP Batam Tak Mau Proses Perubahan FTZ ke KEK, Begini Penjelasan Hatanto
net
Ilustrasi kawasan industri 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Hatanto Reksodipoetro angkat bicara soal tudingan BP Batam selama ini tak pernah memproses transisi status Batam dari FTZ menuju KEK.

Hatanto menjelaskan, setiap perubahan memang ada manfaat dan biaya. Menurutnya, transisi dari FTZ ke KEK adalah hal yang membutuhkan dana triliunan rupiah dan butuh proses yang lama.

Karena sebelum realisasi proses transisi BP Batam lebih dulu melakukan analisa dan dinilai ini sangat membutuhkan biaya yang besar dan akan dipindahkan ke mana kawasan industri di Kota Batam yang terkena kawasan KEK. Walaupun bisa, itu akan membutuhkan waktu yang lama dan biaya yang besar.

"Agar tak salah di kemudian hari, kami bilang ke pusat, daripada menyesal nanti. Karena banyak negara maju yang masih menggunakan FTZ," katanya saat konferensi pers, Kamis (19/10/2017).

Sementara itu, Wakil Kepala BP Batam, Agus T Wirakusumah mengatakan, untuk perubahan FTZ ke KEK paling tidak butuh biaya Rp 20 triliun hingga Rp 60 triliun.

Dana tersebut diperlukan untuk pemindahan lahan dan gedung.

Baca: Sebelum Tinggalkan Batam, Pimpinan BP Batam Beberkan Hasil Kerjanya. Simak Sejumlah Prestasinya

Baca: FTZ Akan Diganti Jadi KEK, Lukito Berharap 2 Tahun Lagi Batam Berubah

Baca: Resmi Dilantik, Kepala BP Batam Segera Evaluasi Dualisme Perizinan dan Aturan yang Hambat Investasi

Sebab dikatakan, jika satu kawasan akan dijadikan KEK industri misalnya, maka permukiman, perdagangan dan jasa, termasuk juga pariwisata, harus direlokasi keluar dari kawasan tersebut.

Halaman
12
Penulis: Efendi Wardoyo
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help