BATAM TERKINI

Tak Ingin Ekonomi Batam Terus Terpuruk, Pemko Batam Siapkan Solusi dengan Cara Ini

Pemerintah Kora Batam tak ingin berdiam diri dengan kondisi ekonomi yang terus terpuruk. Untuk mencari solusinya, Pemko akan lakukan hal ini.

Tak Ingin Ekonomi Batam Terus Terpuruk, Pemko Batam Siapkan Solusi dengan Cara Ini
DOK TRIBUNBATAM
Wali Kota Batam HM Rudi 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Pemerintah Kota Batam akan menggelar Rembuk Nasional Khusus Batam, Rabu (25/10/2017) mendatang bertempat di Swissbel Harbour Bay, Batam.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 9 pagi itu rencananya akan dihadiri seluruh Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Kota Batam maupun Provinsi Kepri, DPRD Kota Batam, DPRD Provinsi Kepri, Pengusaha, Kepala Instansi, Tokoh Masyarakat, REI, Kadin dan sejumlah pihak lainnya.

"Kami harapkan semuanya bisa hadir, termasuk wartawan," kata Wali Kota Batam, Rudi di lantai V Gedung Pemerintah Kota Batam, Jumat (20/10/2017).

Pada kesempatan itu, pimpinan di Pemko Batam tersebut memberikan ruang waktu sebesar-besarnya kepada semua pihak. Tidak lain untuk menyampaikan aspirasinya terkait persoalan yang dihadapi Batam selama ini.

"Supaya ada solusi. Ada bayangan awal buat pejabat (pimpinan baru BP Batam) yang baru. Ini kondisinya," ujar dia.

Baca: Cetak Lulusan Siap Kerja, SMK se-Kepri Gandeng 160 Perusahaan

Baca: Lowongan Kerja di Batam - Jangan Lewatkan 6 Lowongan Kerja Ini. Cek Syaratnya dan Kirim Lamarannya

Baca: Soal Tudingan BP Batam Tak Mau Proses Perubahan FTZ ke KEK, Begini Penjelasan Hatanto

Baca: Sebelum Tinggalkan Batam, Pimpinan BP Batam Beberkan Hasil Kerjanya. Simak Sejumlah Prestasinya

Baca: Sudah 169 Perusahaan Gulung Tikar, Beginilah Kondisi Ekonomi Batam Saat Ini

Kesempatan 'duduk bareng' itu, akan dijadikan langkah untuk memperbaiki kondisi ekonomi Batam saat ini. Tentunya dibutuhkan peran semua pihak. Tidak hanya dari kalangan pemerintahan.

"Kita ingin memperbaiki kondisi ekonomi kita yang terjun 2 persen, kembali ke 7 persen," kata Rudi.

Untuk mengejar target paling tidak di kisaran angka 6,8 persen, diakuinya memang tantangan berat.

"Maka kita harus bersatu padu. Tak boleh juga ada isu-isu negatif. Ada kebaikanlah untuk menyelesaikan masalah," ujar dia. (*)

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved