45 Ribu KK di Karimun Masuk Program Konversi Minyak Tanah ke Gas, Dibagikan Bulan Ini

Program konversi minyak tanah ke gas di Kabupaten Karimun akan direalisasikan tahun 2018 ini.

45 Ribu KK di Karimun Masuk Program Konversi Minyak Tanah ke Gas, Dibagikan Bulan Ini
Tribun Batam/Argianto DA Nugroho
Seorang pekerja sedang menata tabung gas elpiji di pangkalan yang terletak di Ruko Alibaba, Batam Center, Senin (13/5/2013) lalu. Sejumlah pangkalan mengeluhkan kelangkaan gas elpiji 3 kilogram selama satu minggu terakhir. 

BATAM.TRIBUNNEWS.id, KARIMUN - Kabar gembira bagi 45 ribu Kepala Keluarga (KK) di Kabupaten Karimun.

Mereka akan mendapatkan jatah paket berupa kompor gas, tabung gas elpiji dan pipa regulatornya.

Paket itu bagian dari program konversi minyak tanah ke gas yang telah lama direncanakan di Kabupaten Karimun.

Baca: KPK Ciduk Kalapas Sukamiskin, Jumat Malam. Sejumlah Uang dan Kendaraan Diamankan

Baca: LIVE STREAMING Singapore Open 2018 - Ganda Putra dan Campuran Indonesia Saling Bunuh

Baca: Revonasi Pasar Induk Jodoh Bisa Tampung 2 Ribu Pedagang. Walikota Rudi Segera Temui Mendag

Pembagian paket konversi minyak tanah ke gas itu rencananya direalisasikan pada Agustus 2018.

Kepala Dinas Perdangangan, Koperasi UKM dan ESDM Kabupaten Karimun, Muhammad Yosli menyebutkan program tersebut sebenarnya telah lama direncanakan.

Namun karena ada beberapa permasalahan maka baru dapat direalisasikan tahun ini.

"Untuk tahap awal akan diberikan bagi 45 ribu KK," kata Yosli, Jumat (20/7/2018).

Adapun tujuan program ini karena akan menguntungkan masyarakat, gas dinilai lebih hemat dibandingkan minyak tanah.

Yosli mengatakan, program konversi gas ke minyak tanah akan dilakukan secara bertahap hingga peredaran minyak tanah jauh berkurang, atau bahkan habis.

"Kami harap program ini sukses. Secara bertahap kami juga akan tarik minyak tanah dari peredarannya," ujar Yosli.

Sebelum didistribusikan, Yosli mengatakan, pihak Pertamina terlebih dahulu akan memberikan sosialisasi kepada masyarakat perihal manfaat menggunakan gas dibandingkan minyak tanah. (*)

Penulis: Elhadif Putra
Editor: Rachta Yahya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help