TANJUNGPINANG TERKINI

Hilangnya Plat Baja Sisa Proyek Dompak, Berbuntut Aksi Saling Lapor ke Polda Kepri

Hilangnya 106 plat baja sisa proyek Jembatan I Dompak, Tanjungpinang senilai Rp 4,4 miliar berbuntut pada aksi saling lapor

Hilangnya Plat Baja Sisa Proyek Dompak, Berbuntut Aksi Saling Lapor ke Polda Kepri
Patrisius Boli Tobi dan kawan-kawan saat melaporkan kasus hilangnya plat baja sisa proyek Jembatan I Dompak, Tanjungpinang ke Polda Kepri, Rabu (15/8/2018). TRIBUN BATAM/ISTIMEWA 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG- Hilangnya 106 plat baja sisa proyek Jembatan I Dompak, Tanjungpinang senilai Rp 4,4 miliar berbuntut pada aksi saling lapor.

Patrisius Boli Tobi alias Patrick dan kawan-kawan melaporkan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) ke Polda Kepri.

Mereka menuding Pemprov Kepri lalai hingga mengakibatkan aset negara itu hilang dari tempatnya.

"Kami telah melaporkan Pemprov Kepri kepada Ditreskrimsus Polda Kepri pada Rabu (15/8/2018) kemarin. Kami prihatin karena kelalaian mereka, hilang aset negara hingga mengakibatkan timbulnya kerugian negara," ujar Petrick, Kamis (16/8/2018) sore.

Baca: Dihargai Ratusan Juta Rupiah, Begini Proses Penjualan Plat Baja Sisa Proyek Jembatan I Dompak

Baca: Syaiful Akui Jual Plat Baja Sisa Proyek Dompak Tanjungpinang: Uangnya Ada di Bagian Keuangan!

Baca: Terkait Hilangnya Plat Baja, Gubernur Kepri : Cari Pelakunya! Tangkap!

Menurut Petrick, hilangnya ratusan plat baja tersebut disinyalir menimbulkan kerugian negara hingga miliaran rupiah karena pengadaannya menggunakan APBD Kepri.

Dia juga menyoroti kenapa proyek Jembatan I Dompak tersebut bisa bersisa? Bagaimana perencanaan, perhitungan dan analisa matriks yang menjadi dasar penetapan besaran nilai proyek hingga bisa berlebih begitu banyak.

Menurutnya tidak lazim sisa material sebuah proyek dalam jumlah yang cukup banyak sehingga perlu diselidiki tahapan perencanaan proyeknya.

Selain Patrick, kasus tersebut juga dilaporkan ke Polda Kepri oleh mantan Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kepri yakni Rodi Yantari.

Aksi pelaporan tersebut disebut-sebut atas perintah Gubernur Kepri, Nurdin Basirun usai Rodi dan Kadis PUPR Kepri, Abubakar menemui orang nomor satu di Kepri itu.

"Dinas PUPR sudah lapor ke Polda, tetapi saya belum dapat menyampaikan ke media karena belum dapat izin dari Kepala Dinas PUPR. Sabar ya, secepatnya akan saya sampaikan," kata Rodi.

Andi Cori Fatahudin, pihak yang disebut-sebut menjual plat baja sisa proyek Jembatan I Dompak itu, juga bertekad melaporkan mantan Kabid Bina Marga Dinas PUPR, Rodi Yantari ke Polda Kepri dalam waktu dekat.

Dia menilai, Rodi tidak bisa membuktikan plat-plat baja itu adalah aset pemerintah namun dinilai beropini saat menghadiri rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi I DPRD Kepri.

Andi Cori menilai pernyataan Rodi di hadapan anggota Komisi I DPRD Kepri tentang plat-plat baja itu, telah mencemarkan nama baik dirinya dan kawan-kawan.

"Saya juga akan melaporkan Rodi. Dia tidak bisa membuktikan kalau ini aset pemprov Kepri. Ada banyak permainan di sini," kata Cori. (*)

Penulis: Thom Limahekin
Editor: Rachta Yahya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved