BINTAN TERKINI

Jembatan Kayu untuk Suku Laut Mustahil Cepat Dibangun. Ini Penjelasan Bina Marga PUPR Bintan

Mereka meminta agar sementara ini cukup dibangunkan dulu jembatan dari kayu agar bisa memudahkan akses pulang pergi anak sekolah

Jembatan Kayu untuk Suku Laut Mustahil Cepat Dibangun. Ini Penjelasan Bina Marga PUPR Bintan
TRIBUNBATAM/AMINNUDIN
Salah satu warga kampung suku laut, Bintan sedang menggunakan sampan dayung sebagai transportasi laut 

TRIBUNBINTAN.COM, BINTAN–Setiap tahun keinginan dibangunkan jembatan terus disuarakan warga kampung kampung Suku Laut Kawal, Kecamatan Gunung Kijang.

Bahkan baru-baru ini sampai minta dibangunkan dulu jembatan sementara. Ada juga yang mengusulkan untuk menebangi bakau di laut sekitar kampung guna dijadikan jembatan. Namun ditentang karena bisa berakibat kasus hukum.

Pekan lalu, warga dan nelayan Gunung Kijang mendatangi dewan menyampaikan aspirasi agar ada jembatan penghubung kampung dibangun.

Mereka meminta agar sementara ini cukup dibangunkan dulu jembatan dari kayu agar bisa memudahkan akses pulang pergi anak sekolah, suku laut kampung mereka ke sekolah di ibukota kelurahan Kawal. Hitung-hitungannya, panjang jembatan lebih kurang 400 meter.

Namun usulan itu ditanggapi beragam. Termasuk pihak Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bintan.

Kabid Bina Marga PURP Bintan, Mohammad Irzan mengatakan gagasan membangun jembatan sementara dari kayu dengan panjang 400 meter akan sia-sia dan risukan dari segi keamanan.

"Rentan, rentan artinya di sini secara kontruksi jembatan juga tak akan tahan lama. Prinsipnya memang dibangunkan jembatan permanenkan dari beton," kata Moh Irzan.

Baca: Ancaman Buaya Jadi Ketakutan Sendiri saat ke Sekolah, Warga Suku Laut Ingin Buat Jembatan

Baca: Kisah Anak Suku Laut di Bintan! Rela Menunggu Perpustakaan Keliling demi Melihat Lumba-lumba!

Baca: Pemkab Bintan Bagikan Gratis Paket Perlengkapan Sekolah Pelajar SD-SMP Bulan Oktober, Ini Isinya

Namun, dari segi alokasi waktu dengan pengerjaannya dianggarkan di APBD perubahan 2018 ini jelas ide itu mustahil dilakukan segera.

"Kami pastikan tidak mungkin," kata Moh Irzan.

Bahkan di penganggaran tahun depan juga masih dirasakan tetap tidak mungkin. Pasalnya, pembangunan infrastruktur jembatan permanen secara teknik membutuhkan banyak tahapan. Mulai dari survei, analisis lahan, hingga biaya.

"Kita belum survei kedalaman palung lautnya berapa. Kemudian tanah keras di bawah laut berapa, pokoknya banyak yang harus dilakukan," kata Irzan.

Menurut dia, kalau memang betul betul jembatan ingin dibangunkam permanen, paling cepat baru bisa dikerjakan dua tahun yang akan datang. Itu pun harus mempertimbangkan kondisi anggaran daerah. Bagaimanapun semua pasti maklum, jembatan di manapun tempatnya merupakan proyek infrastruktur berbiaya tinggi.

"Kalau hitung hitungan kasar kita, biaya yang bisa dialokasikan dipastikan lebih dari 10 miliar," kata Moh Irzan.(min)

Penulis: Aminnudin
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help