TANJUNGPINANG TERKINI

TERUNGKAP! Bibit Tanaman Ilegal Ternyata Pernah Curi Perhatian Intelejen Negara

Masuknya bibit tanaman ilegal dari lura negeri ternyata bisa menjadi ancaman secara nasional. Apa sebabnya?

TERUNGKAP! Bibit Tanaman Ilegal Ternyata Pernah Curi Perhatian Intelejen Negara
TRIBUNBATAM.id/THOM LIMAHEKIN
Donni Muksidayan Kepala Kantor Karantina Kelas II Tanjungpinang sedang membakar produk ilegal hewan dan tumbuhan yang ditegah selama Agustus 2018 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - Kepala Kantor Karantina Kelas II Tanjungpinang, Donni Muksidayan mengungkapkan, belakangan ini pihaknya banyak menemukan sejumlah warga negara asing membawa benih atau bibit tanaman dari luar negeri.

"Pemasukan bibit atau benih tanaman ke Tanjungpinang saat ini sungguh luar biasa sekarang ini," ungkap Donni kepada TRIBUNBATAM.id, Kamis (13/9/2018).

Terkait masuknya bibit dari luar negeri ini, Donni sendiri memiliki pengalaman mengejutkan.

Dia menceritakan, ketika bertugas di pulau Jawa, dia pernah turun ke lapangan untuk meninjau tanaman cabe yang ditanam oleh para pekerja dari China.

Baca: Barang Ilegal Mulai Masuk Tanjungpinang Lewat Pintu Resmi, Ternyata Begini Modusnya!

Baca: Pendaftaran di sscn.bkn.go.id Buka 6 Hari Lagi, Cek Standar Nilai Agar Lolos Seleksi CPNS 2018

Baca: Datangi SPN Dirgantara, Kadisdik Kepri Minta Sekolah Bongkar Sel Tahanan Siswa

Setelah dicabut dan dicek di laboratorium, ternyata tanaman tersebut mengandung bakteri yang bahkan belum ada di Indonesia.

Kasus ini bahkan sempat menjadi perbincangan di kalangan intelijen karena terkesan ada perang antarnegara melalui bakteri atau virus.

"Makanya kami yang bekerja di Kantor Karantina selalu melihat produk-produk ini sebagai wahana bagi orang lain untuk menyalurkan bakteri," sebut Donni.

Selain bibit tanaman, Kantor Karantina Tanjungpinang juga sedang meningkatkan pengawasan terhadap unggas dan daging yang datang dari Malaysia.

Sebab, saat ini ada wabah unggas yang menyebar di negara jiran tersebut. Karena itu, pemasukan produk-produk ini langsung ditegah oleh Kantor Karantina Tanjungpinang.

"Kami berharap kerja sama dengan instansi di pelabuhan dan Bandara. Semoga kita saling mendukung dan bukan berkelahi karena membela pedagang tertentu," harap Donni.

Harapan ini bukan terucap tanpa alasan.

Donni mengaku, produk-produk yang dimusnahkan hari itu merupakan hasil penegahan Kantor Karantina Tanjungpinang selama Agustus 2018.

Produk tersebut terjadi melalui pertengkaran dan adu mulut antarpetugas dan antara petugas dengan warga di pelabuhan dan Bandara. (*)

Penulis: Thom Limahekin
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved