Operasi Sapu Bersih Pungli

Terjaring OTT, Petugas Subkon PLN Bintan Ini Terancam 4 Tahun Penjara. Ini Modusnya

Dengan perbuatannya tersebut, pelaku dijerat dengan pasal Pasal 378 KHUP tentang penipuan.

Terjaring OTT, Petugas Subkon PLN Bintan Ini Terancam 4 Tahun Penjara. Ini Modusnya
Teguh Firman Haryanto, staf perusahaan subkontraktor PLN Bintan yang tertangkap OTT tim Saber Pungli diperiksa di Polres Bintan 

TRIBUNBINTAN.COM, BINTAN-Terduga pelaku pungutan liar yang ditangkap tangan tim saber pungli Polres Bintan pekan lalu terancam empat tahun penjara.

Teguh Firman Haryanto, yang kena OTT, merupakan karyawan PT Haleyora Power, subkon PT PLN di Bintan. Dia diciduk tim saber setelah tertangkap tangan minta fee pelayanan pemasangan daya di luar ketentuan resmi. Padahal hal itu jelas-jelas melanggar ketentuan pekerjaan dia di lapangan.

OTT yang dilakukan tim saber pungli terhadap petugas subkon diapresiasi masyarakat. Pasalnya, pungli demikian dinilai tidak terpuji.

Pelaku diamankan saat menerima uang Rp 2,5 juta dari salah seorang warga di Kampung Bugis Cikolek Desa Toapaya.

Biaya tersebut adalah pungli. Dengan perbuatannya tersebut, pelaku dijerat dengan pasal Pasal 378 KHUP tentang penipuan.

Baca: BREAKING NEWS. Minta Duit pada Pelanggan, Petugas Subkon PLN Bintan Diciduk Tim Saber Pungli

Baca: Bawa 3 kg Sabu, WN Asal Malaysia Diamankan Polres Karimun

Baca: Ribut Dengan Korban di Lokasi Gelper, Pelaku Penikaman di Amankan Jatanras Polresta Barelang

Menurut Penyidik, selain minta fee, alasan lain pelaku terke OTT adalah menjanjikan sesuatu yang di luar kewenangannya. Yakni menjanjikan bisa memasangkan daya baru kepada warga. Padahal itu di luar wewenangnya sebagai petugas subkon.

"Yang bersangkutan itu kan bukan pegawai PLN. Dia perusahaan lain yang bekerjasama dengan PLN di bidang pelayanan teknik, jadi semacam teknisi di lapangan. Nah dia ini gak punya wewenang melakukan pemasangan daya," kata Adi.

Kasus OTT pungli dengan tersangka Teguh Firman pada pekan depan akan dilimpahkan ke Kejaksaan dalam hal ini Kejari Bintan.

"Dalam kasus ini, sudah ada 7 saksi kita periksa. Bahkan pihak perusahaan PT Haleyora pun turut kita periksan sebagai saksi," kata Adi. (min)

Penulis: Aminnudin
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved