Produk Kadaluarsa Masih Ditemukan di Anambas, Alokasi Anggaran Pengawasan Minim

Temuan barang yang melewati tanggal batas edar begitu menjadi perhatian Pemerintah Daerah.

Produk Kadaluarsa Masih Ditemukan di Anambas, Alokasi Anggaran Pengawasan Minim
ist
Pemusnahan barang kadaluarsa di lapangan Sulaiman Abdullah, Tarempa Rabu (17/10/2018) 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - Temuan barang yang melewati tanggal batas edar menjadi perhatian Pemerintah Daerah di Anambas.

Pemusnahan aneka produk makanan dan minuman yang dilakukan Rabu (17/10/2018) di lapangan Sulaiman Abdullah jadi bukti produk kadaluarsa masih ditemukan pada sejumlah kedai, meski tim kerap melakukan sidak ke sejumlah toko dan kedai di Anambas.

Meski temuan ‎produk yang melewati tanggal batas edar masih saja ditemukan, dukungan dari Pemerintah Daerah dari sisi anggaran diketahui masih minim.

Usulan penganggaran untuk mendukung dari sisi pengawasan belakangan sukar untuk direalisasikan. Anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas Jasril Jamal pun sempat bingung dengan usulan anggaran yang menurutnya menghilang itu.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas ini menjelaskan, usulan sebesar Rp 30 juta sempat dianggarkan pada Perubahan APBD tahun anggaran 2018 ini.

Alokasi anggaran ini menurutnya diperlukan untuk melakukan pengawasan ke daerah-daerah untuk melakukan pengecekan dan pengawasan.

Mengetahui alokasi dana itu tidak masuk, ia pun kemudian menginformasikan kepada Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas.

"Kemarin dianggarkan untuk mendukung ketika mereka turun untuk melihat dan mengecek produk yang melewati tanggal batas edar ini. Saya bingung juga, karena sempat dianggarkan tapi kok bisa hilang," ungkapnya.

Pihaknya pun kemudian mencoba untuk mengkoordinasikan hal ini ke Badan Penelitian, Pengembangan, Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Balitbangpeda) Kabupaten Kepulauan Anambas.

Dari sana, ia kemudian mendapat jawaban kalau pihaknya belum tahu kalau ada alokasi anggaran yang tidak terakomodir pada P-APBD tahun anggaran 2018 itu.

"Mereka katakan belum tahu. Kami melihat, pengawasan produk yang melewati tanggal batas edar perlu menjadi perhatian. Khususnya di luar Tarempa. Contohnya saat pemusnahan itu. Itu baru satu kedai yang ada di Palmatak," katanya.

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Rio Batubara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved