BATAM TERKINI

Tidak Ada Anggaran, RTLH 2019 Dikurangi Hanya 75 Rumah yang Diperbaiki

25 unit di wilayah perkotaan dan 50 unit untuk wilayah pesisir dan perbatasan," ujar Sekretaris Komisi IV DPRD kota Batam, Udin P Sihaloho

Tidak Ada Anggaran, RTLH 2019 Dikurangi Hanya 75 Rumah yang Diperbaiki
Istimewa
Ilustrasi rumah penerima RTLH 

TRIBUNBATAM.id, BATAM- Dampak dari kurangnya anggaran, kegiatan renovasi rumah tidak layak huni (RTLH) dikurangi. Biasanya dilakukan sebanyak 100 unit, 2019 mendatang hanya 75 unit saja.

"Yaitu, 25 unit di wilayah perkotaan dan 50 unit untuk wilayah pesisir dan perbatasan," ujar Sekretaris Komisi IV DPRD kota Batam, Udin P Sihaloho, Minggu (21/10/2018).

Diakuinya untuk wilayah perkotaan APBD yang diajukan oleh Dinas Sosial (Dinsos) Kota Batam sebesar Rp 735.775.000. Dan anggaran pengadaan renovasi RTLH untuk wilayah pesisr dan perbatasan sebesar Rp 1,6 miliar.

Udin sangat menyayangkan kondisi ini. Pasalnya banyak masyarakat yang masih membutuhkan kegiatan renovasi RTLH ini.

Ironisnya, kata Udin, kegiatan RTLH ini sangat tidak maksimal. Banyak rumah warga yang telah dibongkar habis namun tidak diselesaikan kembali sebagaimana mestinya. Dengan alasan kegiatan ini hanyalah renovasi bukan membangun ulang.

Baca: Harus Selesaikan Proyek 100 RTLH, Dinsos Batam Optimis Terealisasi Desember 2018

Baca: Program RTLH Terancam Molor, Pergantian Material Bangunan Jadi Kendala  

Baca: Apindo : Jangan Dibayarkan Dulu UMSK, Tunggu Aja Kekuatan Hukum Tetap

"Awalnya sebelum dikerjakan, koordinator Dinsos disuruh tandatangan formulir pernyataan bahwasanya benar membeli material misalnya Rp 20 juta. Tapi materialnya tak sampai Rp 20 juta. Lalu ada material yang kurang begitu ditagih lagi sama masyarakat, alasan mereka bukan bapak aja yang di bangun. Akhirnya si tukang disuruh beli sendiri dengan diberikan anggaran yang tidak sesuai," papar Udin.

Kondisi tersebut yang kerap terjadi dilapangan. Mencegah hal tersebut terjadi, 6 bulan sebelum membangun Udin menyarankan kepada warganya untuk menabung mendapatkan uang Rp 20 juta. Agar uang tabungan ini bisa membantu menambahi anggaran yang diserahkan oleh Dinsos.

"Hal ini berjaga-jaga. Karena pihak Dinsos juga bangunnya setengah-setengah dan lama. Padahal rumah warga udah di bongkar," sesalnya.(rus)

Penulis: Roma Uly Sianturi
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved