BATAM TERKINI

Lewat Pelabuhan Tikus hingga Menyamar Jadi Wisatawan, Polda Kepri Ungkap Modus Pengiriman TKi Ilegal

Polda Kepri mengungkap sejumlah modus yang digunakan saat pengiriman TKI ilegal dari Batam ke Malaysia.

Lewat Pelabuhan Tikus hingga Menyamar Jadi Wisatawan, Polda Kepri Ungkap Modus Pengiriman TKi Ilegal
TRIBUNBATAM/ENDRA KAPUTRA
Kombes Erlangga Humas Polda Kepri 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Maraknya pengungkapan Pekerja Migran Ilegal (PMI) oleh Polisi Daerah (Polda) Kepri melalui Batam menuju Malaysia menjadi perhatian khusus.

Sebab, berdasarkan keterangan tersangka yang diamankan dan korban seakan tidak memikirkan bahaya yang mengancam keselamatan diri.

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol S. Erlangga mengatakan, modus yang digunakan para tersangka selalu berubah-ubah. Walaupun banyak yang memanfaatkan pinggir pantai sebagai jalur penyebrangan.

"Yang banyak terungkap modus seperti itu, awalnya para TKI Ilegal dikumpulkan dalam satu rumah, melihat situasi aman, baru si penyalur dengan menggunakan speed boat tanpa pengamanan membawa para TKI ilegal tersebut," katanya, Selasa (23/10/2018).

Baca: INFO CPNS 2018 - Lolos Seleksi Administrasi? Simak 3 Langkah Cara Mencetak Kartu Ujian CPNS 2018

Baca: Tulisan Ahok Ungkap Polemik Uang Bau Antara Pemprov DKI Jakarta Vs Pemkot Bekasi

Baca: Harga Beras Disebut Bakal Naik Akhir Tahun Mendatang, Ini Penjelasan Bulog

Disebutkannya, selain itu, modus yang digunakan para penyalur kadang terbilang cukup rapi. Sebab, para TKI ilegal tersebut melewati jalur pelabuhan resmi.

"Jadi mereka (TKI ilegal) itu dimodalkan paspor. Tapi bukan untuk menetap lama, hanya sebagai wisatawan. Cuman, sesampainya di negera tujuan, mereka berdiam lama," ujarnya.

Melihat keadaan seperti itu, Ia pun mengimbau agar masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri untuk mematuhi aturan yang berlaku, ini semua demi keamanan dan keselamatan.

"Pertama, bila kita masuk ilegal, kita akan bahaya di negara orang, karena tidak resmi. Kedua, karena tidak resmi itu, melalui penyebrangan tikus yang dapat membahayakan keselamatan," sebutnya.

Disampaikannya, pencegahan terhadap PMI ini harus melibatkan semua instansi terkait, baik Kepolisian, TNI, Pemerintah, Imigrasi, dan dan lainnya.

"Ini kerja bersama, nggak bisa hanya satu instansi saja. Kita juga tak pernah bosan menghimbau, agar masyarakat jangan kerja nekat untuk mencari rezki di negeri orang," himbaunya menegaskan.

Perlu diketahui, pada (18/10/2018) sekira pukul 19.00 WIB, jajaran Direktorat Polisi Air dan Udara (Dit Polairud) Polda Kepri mengamankan 5 orang tersangka yang akan menyelundupkan PMI sebanyak 12 orang asal Lombok di kawasan Nongsa.

Pada (20/10/2018) sekira pukul 12.00 Wib siang, Direkrorat Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Kepri bersama Satreskrim Polresta Barelang, menggagalkan penyelundupan 19 orang Tenaga Kerja Ilegal (TKI) asal Jawa Timur melalui pelabuhan Harbourbay Batam.

Dalam pengungkapan ini satu orang ditetapkan sebagai tersangka penyalur PMI. (*)

Penulis: Endra Kaputra
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved