KARIMUN TERKINI

Kasus Dugaan Korupsi PDAM Tirta Karimun Tanjung Batu. Kacabjari: Warna Airnya Seperti Teh Tarik

Temuan kasus dugaan korupsi Perusahaan Daerah Air Minun (PDAM) Tirta Karimun Cabang Tanjung Batu cukup mengejutkan

Kasus Dugaan Korupsi PDAM Tirta Karimun Tanjung Batu. Kacabjari: Warna Airnya Seperti Teh Tarik
TRIBUNBATAM.id/ELHADIF PUTRA
Kacabjari Tanjung Batu, Aji Satrio Prakoso 

TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Temuan kasus dugaan korupsi Perusahaan Daerah Air Minun (PDAM) Tirta Karimun Cabang Tanjung Batu cukup mengejutkan.

Berdasarkan keterangan dari saksi Ahli Utama Manajemen Air Minum kepada penyidik kejaksaan, kualitas air yang dikelola PDAM Tirta Karimun Cabang Tanjung Batu sangat buruk dan tidak sehat.

Penyebabnya antara lain adalah karena pihak PDAM tidak pernah menguras, membersihkan bahkan tidak pernah melakukan pengujian PH air.

Baca: Bupati Aunur Rafiq Resmikan Sumber Air Bersih di Parit Benut, Disalurkan untuk 280 Kepala Keluarga

Baca: Ingin Urus SIM? Perhatikan 5 Langkah dan Syarat Penting Berikut Ini

Baca: Letkol Marinir Heri Setiawan Resmi Menjabat Sebagai Danyonmarhanlan IV Tanjungpinang

Baca: PERSIB BANDUNG VS PSMS MEDAN - Mario Gomez : Kami Tidak Boleh Kalah. Tiga Poin Wajib Didapat!

Setidaknya diketahui sejak laporan masyarakat yang diterima oleh Cabjari Tanjung Batu, dari Mei 2016 hingga Desember 2017, air yang diterima masyarakat berwarna sangat keruh.

"Dari pemeriksaan ahli kualitasnya sangat buruk dan tidak sehat. Air (PDAM) di Tanjung Batu tak pernah dikuras dan tidak pernah diuji PH. Warna airnya seperti teh tarik," kata Kacabjari Tanjung Batu, Aji Satrio Prakoso Kamis (8/11) malam.

Aji mengatakan kasus ini sudah selesai tahap penyelidikan dan telah dinaikan ke tahap penyidikan.

Mantan Kasi Intel Kejaksaan Negeri Karimu itu menyebutkan pihaknya akan melakukan pemeriksaan terhadap 28 saksi.

"Kami akan memangil 28 saksi di tingkat dik mulai pekan depan. Ada dari masyarkat, orang PDAM dan ahli juga kita ikutkan lagi," jelasnya.

Meski sudah ada perkiraan kerugian negara yang disebabkan kasus ini, Aji belum mau membeberkannya. Begitu juga untuk tersangka, pihaknya masih belum melakukan penetapan.

"Untuk tersangka belum dan merugian nanti menunggu BPKP biar lebih real," ujarnya. (ayf)

Penulis: Elhadif Putra
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved