BATAM TERKINI

Apindo Enggan Tandatangan Hasil Rapat DPK Batam. Berikut Enam Sektor UMSK 2019 yang Diusulkan

Ke enam sektor yang diusulkan ini adalah hasil rapat yang digelar kemarin, namun pihak Apindo Batam dari unsur pengusaha tidak setuju dengan usulan

Apindo Enggan Tandatangan Hasil Rapat DPK Batam. Berikut Enam Sektor UMSK 2019 yang Diusulkan
TRIBUNBATAM/ALFANDI SIMAMORA
Suasana rapat usulan UMSK yang berlangsung di Kantor Disnaker Kota Batam, Kamis (8/11/2018) 

TRIBUNBATAM.id, BATAM-Ada enam sektor unggulan yang di usulkan atau di rekomemdasikan untuk Upah Minimum Sektoral (UMSK) tahun 2019.

Hal ini sesuai hasil rapat kedua yang digelar pada Kamis (8/11/2018) dan diikuti Disnaker Kota Batam bersama Dewan Pengupahan Kota (DPK) Batam serta asosiasi pengusaha dan pekerja.

Sektor unggulan yang di usulkan DPK pada pertemuan itu tidak ada perbedaan dan mengacu pada tahun lalu.

Enam sektor unggulan yang diusulkan itu atau di rekomendasi, pertama sektor kimia, karet dan plastik. Kemudian kedua sektor elektronik dan listrik.

Selanjutnya ketiga sektor industri mesin dan perkapalan. Kempat sektor jasa perhotelan, kelima sektor industri pertenakan dan terakhir ke enam sektor aneka industri.

"Ke enam sektor yang diusulkan ini adalah hasil rapat yang digelar kemarin, namun pihak Apindo Batam dari unsur pengusaha tidak setuju dengan usulan tersebut dan tidak menandatangani," kata Wakil Ketua DPK Batam, Bambang Satriawan, Jumat (9/11/2018).

Baca: Apindo : Jangan Dibayarkan Dulu UMSK, Tunggu Aja Kekuatan Hukum Tetap

Baca: Sebelum Tandatangan, Gubernur Kepri Dua Kali Tolak Penetapan UMSK Batam

Baca: TERUNGKAP! Ternyata Ini Pemicu Pengusaha Batam Gugat Penetapan UMSK

Baca: UMSK Batam 2018 Dibatalkan: Apindo Menilai Proses Penetapan Salahi Aturan

Sementara dari pihak asosiasi serikat pekerja pada rapat tersebut menandatangani usulan sejumlah sektor unggulan UMSK tahun 2019.

Menurutnya hanya pihak pengusaha dalam arti Apindo Batam tidak sepakat dalam hal menentukan sektor unggulan. Usulan ini nanti akan di berikan kepada asosiasi serikat pekerja dan pengusaha.

"Nanti merekalah yang menetapkan berapa besaran UMSK 2019, sementara kami dari DPK tidak menentukan berapa nilainya. Kami cuma mengusulkan apa-apa saja yang menjadi sektor unggulan dan asosiasi pengusaha bersama asosiasi pekerja yang akan menentukan secara bipartit," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Apindo Batam, Rafki Rasyid menuturkan, bahwa pada rapat yang digelar kemarin, pihaknya enggan menandatangi penetapan sektor unggulan, karena DPK Batam tidak menampilkan data sektor unggulan.

"Kemarin pada waktu rapat dengan DPK, kita tidak mau tandatangan berita acara, karena dasarnya untuk menghitung UMSK tidak ditampilkan oleh DPK," tuturnya.

Menurut Rafki sektor unggulan yang di usulkan tidak berdasarkan data dan informasi yang valid.

"Karena menurut kita sektor unggulan yang di usulkan DPK itu tidak sesuai data dan informasi yang ada dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja nomor 77 tahun 2015, jadi kita anggap tidak sah," jelasnya.(als)

Penulis: Alfandi Simamora
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved