Tanjungpinang Terkini

Siap-Siap Kejaksaan Akan Panggil 10 Perusahaan Karena Menunggak BPJS Ketenagakerjaan

BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tanjungpinang menyerahkan 10 berkas perusahaan yang menunggak iuran kepada pihak Kejaksaan

Siap-Siap Kejaksaan Akan Panggil 10 Perusahaan Karena Menunggak BPJS Ketenagakerjaan
Tribunbatam.id/Thomm Limahekin
Kepala Kantor Cabang Tanjungpinang Rini Suryani didampingi kepala Bidang Pemasaran Iwan Kurniawan petugas pemeriksa perusahaan, Nicko Alfiansa dan Tunggul Sihotang serta Pembina Perusahaan Zelwia kepada Kepala Kejaksaan Negeri Kota Tanjungpinang Ahelya Abustami didampingi Kasi Datun Noly Wijaya. 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tanjungpinang menyerahkan 10 berkas perusahaan yang menunggak iuran kepada pihak Kejaksaan Negeri Kota Tanjungpinang.

Berkas tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Cabang Tanjungpinang Rini Suryani didamping kepala Bidang Pemasaran Iwan Kurniawan petugas pemeriksa perusahaan, Nicko Alfiansa dan Tunggul Sihotang serta Pembina Perusahaan Zelwia kepada Kepala Kejaksaan Negeri Kota Tanjungpinang Ahelya Abustami didampingi Kasi Datun Noly Wijaya.

Baca: Jalin Keakraban Buruh, Pemerintah dan Pengusaha. BPJS Ketenagakerjaan Gelar Fun Walk & Senam Bersama

Baca: Gaji Pegawai Tidak Tetap Dibawah UMK, Pemkab Anambas Usulkan Iuran JHT BPJS Pakai Dana APBD

Baca: Ini yang Membuat Kelompok Tani Maju Mandiri Setokok Tertarik Gabung BPJS Ketenagakerjaan

Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Tanjungpinang, Rini Suryani menyebutkan penyerahan berkas ini merupakan tindak lanjut MoU yang dilakukan pihaknya dengan Kajari sebagai pengacara negara untuk membantu penyelesaian dalam bidang perdata.

“Pada kesempatan kali ini kami kembali serahkan 10 Surat Kuasa Khusus (SKK) kepada pihak kejaksaan atas pelanggaran Perusahaan Menunggak Iuran, adapaun piutang yang ada sebesar kurang lebih Rp 504.529.475,” jelas Rini kepada Tribunbatam.id, Jumat (9/11/2018) sore.

Rini membeberkan, perusahaan-perusahaan yang menunggak iuran tersebut terdiri dari kategori, perusahaan besar dan menengah. Perusahaan tersebut menunggak lebih dari 3 bulan bahkan ada yang sampai 9 bulan.

Menanggapi laporan tersebut, Kajari Tanjungpinang, Ahelya Abustami menyampaikan siap membatu BPJS Ketenagakerjaan dan akan memanggil 10 perusahaan tersebut.

“Akan segera kita panggil dan dimintai keterangan dan jika memang terbukti melakukan pelanggaran maka peraturan yang akan menjawab apakah pidana atau perdata kita lihat hasil pemanggilanya,” tegas Ahelya.

Sekedar Informasi bagi pemberi kerja yang telah memotong gaji karyawan dan tidak meyetorkanya kepada BPJS Ketenagakerjaan maka akan dikenakan sanksi berupa pidana penjara 8 tahun atau pidana denda paling banya 1 Milyar sesuai dengan uu nomor 24 Tahun 2011 pasal 18 dan 55. (*)

Penulis: Thom Limahekin
Editor: Ucu Rahman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved