BATAM TERKINI

Indonesia Masuk Negara Darurat Narkoba, 40 Orang Mati Setiap Hari 

"Mengapa dikatakan darurat. Sebab, keadaan ini, pentingnya keikutan serta masyarakat dalam membantu intansi terkait dalam pencegahan penyalahgunaan

Indonesia Masuk Negara Darurat Narkoba, 40 Orang Mati Setiap Hari 
TRIBUNBATAM/ENDRA KAPUTRA
Irjen Pol Arman Depari, Deputi Pemberantasan BNN RI 

TRIBUNBATAM.id, BATAM- Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Irjen Pol Arman Depari menyampaikan, Indonesia masuk kategori negara darurat Narkoba.

Hal itu disampiakannya usai melantik pengurus Gerakan Mencegah Daripada Mengobati (GMDM) Kepri, Minggu (11/11/2018) lalu.

"Mengapa dikatakan darurat. Sebab, keadaan ini, pentingnya keikutan serta masyarakat dalam membantu intansi terkait dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba," katanya.

Baca: Bawa Sabu 38 Kilogram, BNN Tembak Mati Tiga Anggota Jaringan Narkotika Anggota DPRD Langkat

Baca: 70 Persen Penyeludupan Narkoba Lewat Laut, Begini Kata BNNP Kepri

Baca: Pejabat dan Aparat Harus Rutin Diperiksa, Ini Penjelasan BNNK Tanjungpinang

Dikatakannya, korban penyalahgunaan Narkoba di Indonesia tidak terbatas usai. Baik dari yang muda hingga orang tua menjadi korban.

"Tapi dari survei tersebut. Paling banyak adalah usia remaja. Hal ini yang menjadi perhatian kita bersama," ujarnya.

Untuk itu ia berharap seluruh lapisan masyarakat agar bersama-sama ikut serta menyuarakan, dan mengawasi, serta melaporkan bilamana menemukan orang korban narkoba atau aktivitas penyalahgunaan narkotika.

"Laporkan segera, mulai dari diri kita, untuk tanamkan, bahwa kita ikut serta memberantas peredaran narkoba. awasi, dan laporkan bila ada dilingkungan tempat tinggak kita menjadi korban penyalahgunaan narkoba," imbaunya.

Selai itu, pada usia remaja , lebih baik melakukan aktivitas yang bermanfaat bagi diri sendiri dan lingkungan. Jangan sampai malah membuat kelompok-kelompok yang melakukan aktivitas negatif.

"Yang menjadi prihatinan kita bersama. Anak remaja buat kelompok geng motor, kelompok yang kerjaannya ngumpul sambil minum alkohol. Harus dihindari itu. Buat lah kelompok yang mempunyai program sosial, kelompok diskusi soal ilmu pengetahuan bersama, haru seperti itu," imbaunnya.(dra)

Penulis: Endra Kaputra
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved