Karimun Terkini

Penyidik Kejaksaan Temukan Banyak Kwitansi Fiktif saat Selidiki Dugaan Korupsi Operasional PDAM

Penyidikan terkait kasus dugaan korupsi operasional Perusahaan Daerah Air Minun (PDAM) Tirta Karimun cabang Tanjung Batu terus bergulir

Penyidik Kejaksaan Temukan Banyak Kwitansi Fiktif saat Selidiki Dugaan Korupsi Operasional PDAM
tribunbatam/aminnudin
Ilustrasi. Petugas PDAM Tirta Kepri sedang mengecek kondisi instalasi air di Wasuk Sei Pulai. 

TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Penyidikan terkait kasus dugaan korupsi operasional Perusahaan Daerah Air Minun (PDAM) Tirta Karimun cabang Tanjung Batu terus bergulir.

Beberapa hasil yang ditemukan Kejaksaan Negeri Karimun Cabang Tanjung Batu adalah adanya pemalsuan kwitansi pembelian bahan bakar operasional PDAM Tirta Karimun Cabang Tanjung Batu.

Baca: PNS Korupsi Segera Dipecat, Walikota Tanjungpinang Tunggu Instruksi Kemendagri

Baca: Kasus Dugaan Korupsi PDAM Tirta Karimun Tanjung Batu. Kacabjari: Warna Airnya Seperti Teh Tarik

Baca: PDAM Tirta Karimun Targetkan 3 Ribu Pelanggan Baru

"Kwitansi banyak yang fiktif. Arti kata memalsukan kwitansi pembelian untuk melengkapi laporan pertanggungjawaban operasional," terang Kacabjari Tanjungbatu Aji Satrio Prakoso, Kamis (15/11/2018).

Temuan itu didapati ketika Penyidik Kejaksaan memeriksa dokumen serta alat bukti terhitung dari pertengahan tahun 2016 hingga tahun 2017 akhir, atau sejak terpisahnya Perusda Karimun dan PDAM Tirta Karimun.

Aji menyebutkan dalam proses penyidikan pihaknya telah memanggil pengelola-pengelola kios BBM yang dibeli oleh pihak PDAM Tirta Karimun Cabang Tanjung Batu.

Selama ini PDAM Tirta Karimun membeli bahan bakar dari kios-kios BBM tanpa DO (Delivery Order) dengan harga eceran Rp 6.500 perliter.

Namun hal tersebut menurut Aji tidak termasuk ke dalam temuan karena memang sesuai dengan harga yang disampaikan oleh di Dinas Perdagangan Karimun.

"Saksi kita sudah memanggil kios-kios yang dibeli BBMnya. Untuk harga tidak masalah melihat dari Disperindag memang segitu. Yang dugan penyelewenagannya adalah penggunaannya," jelasnya.

Berdasarkan perhitungan sementara penyidik kejaksaan dan Ahli Utama Manajemen Air Minum kerugian negara yang ditumbulkan penyelewengan operasional PDAM Tirta Karimun Cabang Tanjung Batu mencapai 400 juta lebih.

"Itu perhitungan dari kita dan ahli," ujar Aji.

Ketika ditanya apakah sudah ada tersangka yang ditetapkan terhadap kasus ini, Aji mengatakan pihaknya masih memperkuat alat bukti.

"Tersangka belum. Penyidikan kita masih mencari alat bukti untuk mencari tersangka," terangnya. (*)

Penulis: Elhadif Putra
Editor: Ucu Rahman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved