BATAM TERKINI

Badan Pengusahaan (BP) Batam Siapkan Skema Pembagian Hasil Pengelolaan Waduk Tembesi

Badan Pengusahaan (BP) Batam saat ini masih menyiapkan skema untuk pembagian hasil pengelolaan Waduk Tembesi.

Badan Pengusahaan (BP) Batam Siapkan Skema Pembagian Hasil Pengelolaan Waduk Tembesi
HUMAS ATB
Ratusan warga Batam secara bersama-sama menanam bibit pohon di kawasan daerah resapan air Waduk Sei Ladi Minggu (29/7) di ajang ATB BP Batam Festival Hijau 2018. foto ilustrasi waduk 

TRIBUNBATAM.id, BATAM- Badan Pengusahaan (BP) Batam saat ini masih menyiapkan skema untuk pembagian hasil pengelolaan Waduk Tembesi. Dari hasil kajian yang dilakukan, model kerjasama yang akan diterapkan, yakni kerjasama pemanfaatan aset menggunakan pola Business to Business.

"Jadi lebih sederhana dari KPBU (Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha)," kata Kepala Kantor Pengelolaan Air dan Limbah BP Batam, Binsar Tambunan, belum lama ini.

Ia melanjutkan, nantinya ada dua sumber pendapatan yang akan diperoleh BP Batam lewat kerjasama ini. Pertama dengan penyewaan aset. Kedua, pembagian hasil dari pengelolaan air baku.

Baca: Terkait Rencana Waduk Hulu Bintan, Bukan Buaya yang Dikhawatirkan Nelayan, Tapi Soal Ini

Baca: Pemerkosa Pacar Hingga Hamil 8 Bulan Ditangkap di Warnet. Ini Kata Kasat Reskrim

Baca: Penjelasan BP Batam Terkait Proses Penggunaan Waduk Sei Gong Sebagai Sumber Air

"Tapi untuk berapa besarannya, kita belum tahu pasti. Masih kita bahas dengan pimpinan," ujarnya.

Perkirannya, bisa sekitar 15 persenan. Binsar mengatakan, saat ini setidaknya sudah ada 33 investor yang tertarik bekerjasama dalam pengelolaan waduk itu. Seperti Adhya Tirta Batam (ATB), PT Pembangunan Perumahan, Wijaya Karya, Waskita. Ada juga perusahaan dari luar negeri seperti dari Singapura, Jepang, Filipina dan lainnya.

"Ada 33 investor yang tertarik, tapi saat kami menggelar workshop kemarin, yang datang 25 investor. Yang lain, berhalangan hadir," kata Binsar.

Untuk tahapan proses tender, rencananya akan dimulai awal Desember 2018 mendatang. Sebelumnya, Deputi IV BP Batam, Eko Budi Soepriyanto mengatakan, taksiran nilai investasi yang akan dipekerjakan, mencapai Rp 250 miliar hingga Rp 300 miliar. Nantinya pemenang tender akan melakukan paling tidak enam pekerjaan di sana.

"Di antaranya, perbaikan instalasi dari waduk atau dam, pemasangan pipa dari waduk menuju tempat WTP. Kegiatan di WTP sendiri, dari WTP ke reservoir, sampai ke kegiatan memasukkan air yang selanjutnya akan dimanfaatkan PT Adhya Tirta Batam (ATB) ke rumah-rumah warga," kata Eko.

Lebih lanjut, ia memastikan, saat ini kondisi air di Waduk Tembesi sudah layak dimanfaatkan untuk mendukung ketersediaan air di Batam. Airnya sudah tidak payau lagi. Kapasitas air di dam itu sebesar 600 liter per detik.

"Kalau air di waduk ini bisa termanfaatkan, perkiraan 2021 Batam akan kekurangan air, kita harapkan tidak terjadi," ujarnya. (*)

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Sihat Manalu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved