BATAM TERKINI

Selama Operasi Zebra Seligi 2018 Angka Kecelakaan Tertinggi di Batam Dibanding Daerah Lain

Pelaksanaan operasi zebra seligi 2018 yang berakhir pada tanggal 12 November 2018, dari keseluruhan wilayah yang ada di Kepri, Batam tertinggi.

Selama Operasi Zebra Seligi 2018 Angka Kecelakaan Tertinggi di Batam Dibanding Daerah Lain
TRIBUNBATAM.id/ENDRA KAPUTRA
Wadirlantas Polda Kepri, AKBP Erick Sartani Marbun, SIK. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM- Pelaksanaan operasi zebra seligi 2018 yang berakhir pada tanggal 12 November 2018, dari keseluruhan wilayah yang ada di Kepri, tercatat, angka kecelakaan tertinggi di Batam.

Hal itu dari data yang disampaikan oleh Ditlantas Polda Kepri melalui Wadirlantas, AKBP Erick Sartani Marbun, SIK. Jika dilihat dari data di setiap daerah Batam terjadi 9 kecelakan lalulintas.

"Meninggal dunia dua orang, luka berat satu orang dan luka ringan 11 orang. Untuk kerugian materil ditaksir mencapai Rp 8,8 juta," ucapnya Senin (19/11/2018).

Namun, bila dilihat dari pelaksanaan operasi zebra pada tahun 2017, terjadi penurunan sebesar 11 persen. Dimana 2017 terjadi 19 kejadian lakalantas, dan tahun 2018 ini 17 kejadian laka lantas.

Baca: Pasca Pemeriksaan Polisi Terkait Penggerebekan, Angel Lelga Akui akan Nikah Dengan Fiki Alman

Baca: Selama Operasi Zebra Seligi 2018, 14 Pengguna Jalan Tercatat Alami Kecelakaan di Batam

Baca: Faber Castell Gelar Lomba Menggambar, Hadirkan Kehangatan Keluarga di Family Colouring Competitions

"Untuk data keseluruhan, korban meninggal dunia sebanyak empat orang, luka berat 7 orang, dan luka ringan 18 orang. Kerugian materil sebanyak Rp 18, 7 jutaan," ujarnya.

Disebutkannya, pada penegakan hukum yang dilakukan. penindakan pengendara baik roda empat maupun roda dua sebanyak 1.279 teguran, dan 1.994 penilangan.

"Penindakan pelanggaran lalu lintas terhadap pelanggar lalu lintas, karena, setiap kecelakaan pasti diawali pelanggaran lalu lintas, dan setiap pelanggaran lalu lintas yang terjadi tentunya dapat menimbulkan kecelakaan lalu lintas," sebutnya.

Ia pun menyampaikan, evaluasi bagi personel agar lebih giat preemtif dan preventif, supaya dilaksanakan tepat pada target dan sasaran, untuk mengantisipasi kepada potensi ancaman pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas.

"Ini semua harus didukung dengan kerjasama masyarakat juga. Untuk taat dalam mematuhi aturan dalam berlalulintas. Sebab, aturan itu untuk keselamatan diri sendiri," ujarnya. (*)

Penulis: Endra Kaputra
Editor: Sihat Manalu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved