Pimpinan KKB di Papua Tantang Perang, Syaratnya TNI Tak Boleh Gunakan Helikopter dan Bom Udara

Pimpinan KKB Papua, Egianus menganggap jika TNI berlebihan dalam menghadapi pihaknya menggunakan peralatan canggih macam helikopter dan bom udara.

Pimpinan KKB di Papua Tantang Perang, Syaratnya TNI Tak Boleh Gunakan Helikopter dan Bom Udara
Jerry Omona/Metromerauke
Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPN/OPM) Pimpinan Purom Okiman Wenda di Lanny Jaya 

TRIBUNBATAM.id - Pimpinan KODAP III Ndugama Egianus Kogeya memposting di akun facebook Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB).

Dalam postingan tersebut, Egianus mengklaim jika dirinya bukan membunuh warga sipil pada tanggal 2 Desember 2018 di Nduga.

Melainkan pihaknya membunuh anggota TNI.

"Bukan warga sipil yang kami ditembak, tapi itu Anggora Militer murni TNI Dansipur (maksudnya mungkin Denzipur) dengan identitasnya lengkap dan 2 pistol sebagai barang bukti kami sita," kata Egianus.

Egianus menjelaskan jika pekerja satuan denzipur memang tak lagi berpakaian dinas TNI disertai senjata.

Baca: OPM Tantang TNI/POLRI Perang Revolusi Pada 2021 di Papua, Jubir Kodam Papua: Kami Siap Kapan Saja!

Baca: Berhasil Selamat Tapi Penuh Luka, Seorang Nelayan Diterkam Buaya Saat Menyelam

Baca: Raisa hingga Cinta Laura, 5 Artis Indonesia Masuk Nominasi 100 Wanita Tercantik Dunia 2018 Versi TC

Baca: Jadi Korban Aparat BNN Gadungan, 2 Wanita di Batam Diperdayai dan Diajak Nyabu Bareng di Hotel

Baca: Protes Kasus Korupsi, Dua Pendemo Hantamkan Gelas ke Kepala Sendiri hingga Berdarah-darah

Mereka akhirnya jadi tukang bangunan jembatan di kali Jigi dan Aworak.

Kemudian tempat tinggalnya dinamakan dengan sandi 55.

"Apa artinya 55? Mereka pekerja satuan Denzipur selalu pake kode 55. Ini hanya tentara Indonesia yang tau. Mereka itu TNI," kata Egianus seperti dikutip dari akun facebook TPNPB, Jumat (7/12/2018).

Selanjutnya Egianus mempertanyakan dan memohon pertanyaannya ini diteruskan kepada Presiden Joko Widodo, Panglima TNI dan Polri mengenai persenjataan militer Indonesia.

Egianus menganggap jika TNI berlebihan dalam menghadapi pihaknya menggunakan peralatan canggih macam helikopter dan bom udara.

Halaman
12
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved