ANAMBAS TERKINI

Kapal Ikan Asing Ditangkap, Danlanal Tarempa : Ini Bentuk Sinergitas Masyarakat Nelayan dan TNI

"Ini merupakan bentuk sinergitas dan koordinasi yang sangat baik dari awal kita mendapatkan laporan dri masyarakat nelayan kita yang mencari ikan di

Kapal Ikan Asing Ditangkap, Danlanal Tarempa : Ini Bentuk Sinergitas Masyarakat Nelayan dan TNI
TRIBUNBATAM.id/SEPTYAN MULIA ROHMAN
Danlanal Tarempa Letkol Laut (P) Nur Rochmad (kiri), Komandan KRI Teuku Umar 385 Letkol Laut (P) Abdul Rajab dan Palaksa Lanal Tarempa Mayor Laut (P) Budi Darmawan saat ekspose penangkapan Kapal Ikan Asing di atas kapal yang sandar di Pelabuhan Tarrmpa Selasa (11/12/2018). 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - Penangkapan Kapal Ikan Asing (KIA) berbendera Vietnam yang dilakukan oleh KRI Teuku Umar 385, begitu berkesan bagi Danlanal Tarempa Letkol Laut (P) Nur Rochmad.

Dalam eskpose yang dilakukan di atas kapal tangkapan yang sandar di Pelabuhan Tarempa, persis di samping KRI Teuku Umar 385, penangkapan kapal ikan asing ini menurutnya merupakan bentuk sinergitas dan koordinasi yang baik antara masyarakat, nelayan dengan TNI.

Perwakilan masyarakat nelayan yang didampingi oleh pengurus Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) di Anambas, memang sempat melaporkan adanya aksi pencurian ikan di sekitar platform migas pada Sabtu (8/12/2018) kemarin.

Baca: Diberi Peringatan, Kapal Ikan Vietanm Ini Malah Mau Nabrak KRI Teuku Umar 385

Baca: Ada Kapal Ikan Bantuan Berpindah Tangan, Bupati Apri Sujadi Tegaskan Ini Kepada Nelayan Bintan

Baca: Tangkap Kapal Ikan Asing, Perairan Anambas -Natuna Belum Bebas Ilegal Fishing

"Ini merupakan bentuk sinergitas dan koordinasi yang sangat baik dari awal kita mendapatkan laporan dri masyarakat nelayan kita yang mencari ikan di utara, mereka laporkan kepada Lanal," katanya.

"Kemudian ditindaklanjuti, kami olah informasi itu. Setelah benar-benar A1, kami laporkan kepada komando atas. Maka komando atas kemudian memerintahkan kepada unsur-unsur yang melaksanakan patroli di daerah utara Natuna untuk melaksanakan pengejaran di titik koordinat yang telah kami berikan," ujarnya.

ABK Kapal Ikan Asing (KIA) berkewarganegaraan Vietnam yang ditangkap KRI Teuku Umar 385 saat berada di Pelabuhan Tarempa Selasa (11/12/2018). Belasan ABK ditangkap karena mencuri ikan di perairan Laut Natuna Utara.
ABK Kapal Ikan Asing (KIA) berkewarganegaraan Vietnam yang ditangkap KRI Teuku Umar 385 saat berada di Pelabuhan Tarempa Selasa (11/12/2018). Belasan ABK ditangkap karena mencuri ikan di perairan Laut Natuna Utara. (TRIBUNBATAM.id/SEPTYAN MULIA ROHMAN)

Ia pun terdengar berkali-kali mengucapkan terimakasih kepada masyarakat nelayan dalam memberikan kontribusi positif dalam memberikan informasi tentang aksi pencurian ikan oleh kapal asing, khususnya di Laut Natuna Utara.

Ia kemudian meminta agar kontribusi positif ini dapat terus terjalin, sehingga dapat menjadi bahan dan laporan untuk ditindaklanjuti. Danlanal Tarempa itu juga meminta kepada semua pihak untuk bersabar.

Baca: Curiga Bentuk Kapal Aneh, Beginilah Detik-detik KP Baladewa 8002 Tangkap Kapal Ikan Vietnam

Baca: Kapal Ikan Bermuatan Hiu Ditangkap Lanal di Pulau Matak Anambas

Baca: KRI Bung Tomo-357 Tangkap 2 Kapal Ikan Vietnam di Laut Natuna

Menurutnya, laporan yang masuk ke pihaknya membutuhkan proses. Tidak hanya itu, faktor cuaca, waktu tempuh dan jarak termasuk luasnya daerah Natuna Utara, menjadi hal lain dalam menindaklanjuti dan memproses laporan yang masuk mengenai keamanan di laut Indonesia.

"Yakinlah bahwa setiap laporan yang Anda berikan kami pasti respon," ungkapnya.

Komandan KRI Teuku Umar 385 Letkol Laut (P) Abdul Rajab mengatakan, modus yang kerap dilakukan kapal ikan asing dalam mencuri ikan di perairan Indonesia menyesuaikan dengan situasi yang ada.

Selain kucing-kucingan dengan aparat, mereka biasa bermain di laut perbatasan antara perairan Indonesia dengan perairan negara tetangga.

"Modus mereka itu menyesuaikan dengan situasi. Kadang-kadang mereka ‎itu merasa aparatnya kuat, mereka tidak berani. Kami dalam melakukan patroli khususnya di Laut Natuna Utara juga sudah lama. Untuk saat-saat ini sudah jauh-jauh berkurang," ujarnya.(tyn)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved