Ibu Terjerat Kasus Calo PNS, Bayi Kembar 3 Kini Ikut Tinggal di Dalam Rutan di Aceh

Maghfirah, seorang ibu yang memiliki bayi kembar 3 terpaksa mangajak serta bayinya tinggal di Rutan Bireuen, Aceh karena dia sedang menjalani sidang.

Ibu Terjerat Kasus Calo PNS, Bayi Kembar 3 Kini Ikut Tinggal di Dalam Rutan di Aceh
Serambinews.com
Ketua Fraksi PA yang juga anggota DPRA asal Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky menggendong salah satu bayi kembar tiga saat berkunjung ke Rutan Bireuen. 

TRIBUNBATAM.id, BANDA ACEH - Maghfirah, seorang ibu yang memiliki bayi kembar tiga terpaksa mangajak serta bayinya tinggal di dalam rumah tahanan (Rutan) Bireuen, Aceh karena dia sedang menjalani masa sidang.

Maghfirah terjerat kasus hukum karena diduga menjadi calon PNS pada tahun 2015 silam. Statusnya saat ini masih tahanan titipan hakim.

Ketua Fraksi PA di DPR Aceh yang juga anggota DPRA asal Kabupaten Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, Selasa (11/12/2018) siang, menjenguk 3 bayi kembar di rumah tahanan (Rutan) Bireuen, yang ikut bersama ibunya.

Kedatangan Al-Farlaky disambut oleh Kepala Rutan Sofyan dan pegawai rutannya lainnya.

Baca: 7 Berita Terkait Kabar BP Batam Mau Dibubarkan. Pernyataan Darmin Hingga Reaksi Gubernur Kepri

Baca: TNI Polri Tembak 3 Anggota KKB Tewas saat Operasi Kejar Kelompok Separatis Papua

Baca: Prakiraan Cuaca BMKG, Wilayah Ini Diprediksi Hujan Sejak Pukul 10.00 Pagi Sampai 16.00 Wib Sore Ini

Baca: Darmin Nasution Soal Kabar BP Batam Dibubarkan: Tidak Bubar, Tapi Ketuanya Nanti Dijabat Wali Kota

Di hadapan wartawan, politisi muda yang juga mantan aktivis mahasiswa ini mengutarakan bahwa kondisi bayi dalam penjara sangat menggugah rasa kemanusiaannya.

Alfarlaky juga menyerahkan santunan berupa uang tunai untuk kebutuhan 3 bayi tersebut.

Selain itu, anggota Komisi I DPRA yang membidangi hukum, politik, keamanan, dan pemerintahan ini meminta penangguhanan penahanan terhadap Maghfirah.

Iskandar berkomunikasi langsung dengan Ketua PN Bireuen, Fadli.

 "Saya sudah komunikasi dan tidak ada kendala. Tinggal buat surat permohonan saja. Namun saya saya tanyakan ke suaminya, mereka nyaman di mana. Karena jawaban mereka nyaman di dalam, banyak napi perempuan yang ikut bantu lihat si bayi," jelas Iskandar.

"Mereka juga tidak ada rumah di Bireuen, jika pulang ke Peureulak, saat ikut sidang jauh. Maka sementara waktu mereka milih di dalam. Tapi saya lihat tadi semua ikut membantu mengurusi si bayi termasuk pegawai rutan," kata Al-Farlaky di hadapan wartawan yang hadir dalam kunjungan itu. (*)

*Artikel ini telah tayang di serambinews.com dengan judul Bayi Ikut Ibunya Mendekam dalam Penjara, Ketua Fraksi Partai Aceh DPRA Minta Penangguhan Penahanan

Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved