DAMPAK TIKET PESAWAT MAHAL

ASITA Kepri : Gaji Naik Tak Sampai 10 Persen, Harga Tiket Pesawat Naik 2 Kali Lipat

Kenaikan harga tiket pesawat dan bagasi berbayar membuat pelaku industri wisata menjerit. Sebab, banyak wisatawan yang membatalkan kunjungan ke Kepri.

ASITA Kepri : Gaji Naik Tak Sampai 10 Persen, Harga Tiket Pesawat Naik 2 Kali Lipat
TRIBUNBATAM.ID/DEWI HARYATI
Sejumlah asosiasi pelaku wisata menggelar aksi sebagai bentuk protes kebijakan bagasi berbayar dan tingginya harga tiket pesawat, Senin (11/2/2019). 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Pembatalan rute terbang sejumlah maskapai penerbangan tujuan dalam negeri, akibat sepinya penumpang, berpotensi membuat wisatawan nusantara (wisnus) yang datang ke Batam, menurun.

Sebaliknya, secara tidak langsung ikut membantu, mendongkrak peningkatan wisatawan mancanegara (wisman) ke negara-negara tetangga.

Pilihan berwisata ke luar negeri, khususnya dari masyarakat Batam, Kepri, ke Singapura, Malaysia, Thailand atau negara lainnya, tampaknya menjadi hal yang paling mungkin dilakukan saat ini.

Dibanding harus direpotkan dengan harga tiket pesawat tujuan dalam negeri yang tinggi, belum lagi penerapan bagasi berbayar yang cepat membuat 'kantong jebol'.

"Inikan tak sesuai dengan yang dicanangkan Pak Jokowi. Targetnya sebanyak 20 juta wisman masuk ke Indonesia, dan 275 juta wisnus tahun 2019. Ini benar-benar membuat kita terpukul dari sisi jumlah wisnusnya," kata Ketua Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Kepri, Andika Lim, baru-baru ini.

Ia melihat, kebanyakan masyarakat memilih untuk 'wait and see' dulu', sebelum memutuskan untuk bepergian. Sepinya wisnus yang datang ke Batam saat ini, membuat para pelaku usaha di Batam, Kepri, terpukul.

Protes Harga Tiket Mahal, Irwandi: Jika Pariwisata Batam Lumpuh, Maka Perekonomian Juga Lumpuh

Agar Mudah Cari Penumpang, Taksi Konvensional Bisa Pakai Aplikasi Online, Blue Bird Sudah Pakai

Protes Bagasi Berbayar dan Harga Tiket Pesawat Mahal, Asosiasi Pelaku Wisata Batam Gelar Aksi

Rose BLACKPINK Ulang Tahun ke-22, Tagar #RosesAreRosieDay Jadi Trending Topic Dunia

Tak hanya dari pelaku wisata yang bergerak di jasa hotel, restoran, pelaku usaha travel, pelaku-pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM), sopir taksi, porter, dan lainnyapun, merasakan dampak yang sama.

"Lihat saja ke bandara, sepikan. Pasti ini juga dirasakan porter, taksi, tukang-tukang yang bungkus plastik bagasi di bandara," ujarnya.

Mewakili pelaku wisata di Batam, Kepri, Andika berharap persoalan ini bisa segera diatasi alias tidak berlarut-larut semakin lama. Satu diantara dampaknya, bisa membuat perekonomian di Kepri merosot.

"Kami berharap dari Menteri Pariwisata, Menko, dan petinggi-petinggi di pemerintah pusat bisa berkoordinasi, memperbaiki keadaan ini," harap Andika.

Halaman
12
Penulis: Dewi Haryati
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved