LAPOR PAK, Kondisi Tanah Tebing yang Tergerus Bikin Warga Anambas Khawatir

Kondisinya sudah terkikis seperti itu. Kalau tidak ada langkah segera, khawatir bukan hanya tanah yang turun, tapi batu-batu besar itu pun ikut turun

LAPOR PAK, Kondisi Tanah Tebing yang Tergerus Bikin Warga Anambas Khawatir
TRIBUNBATAM.id/TYAN
Pengendara motor saat melintas di samping tebing yang mengarah ke pemukiman warga Desa Pesisir Timur Kecamatan Siantan Jumat (15/2/2019). 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - Kondisi tebing yang curam dengan batu besar di beberapa titik mengintai warga yang bermukim di Desa Pesisir Timur, Kecamatan Siantan.

Tanah kuning yang terbilang labil, terlebih saat musim hujan dengan intensitas sedang bahkan besar, bisa saja berdampak besar dan mengarah kepada hal-hal yang tidak diinginkan kepada penghuni desa.

"Kondisinya sudah terkikis seperti itu. Kalau tidak ada langkah segera, khawatir bukan hanya tanah yang turun, tapi batu-batu besar itu pun ikut turun," sebut Arifin salahseorang pengendara yang kebetulan berada di Desa Pesisir Timur Kecamatan Siantan itu.

Pria yang tinggal di Kecamatan Palmatak ini menambahkan, kalau kondisi pemukiman penduduk yang berada di bawah jalan raya, cukup membahayakan terlebih dengan kondisi tebing yang lokasinya persis di samping jalan itu semakin tergerus.

Ia pun meyakini, sudah ada langkah yang dibuat oleh masyarakat, termasuk pemerintahan di tingkat desa dalam mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terkait kondisi tebing itu.

BREAKINGNEWS! Satgas Antimafia Bola Geledah Apartemen Milik Joko Driyono, Ini Barang yang Disita

Tak lama lagi Go-Car Masuk Tanjungpinang, Layanan akan Difokuskan di Kota Gurindam

Harga Tiket Masih Mahal, Menteri Perhubungan Minta Garuda Turunkan Lagi Harga Tiket

Lee Ji Eun Alias IU Dikabarkan Comeback Drama Korea, Ini Sosok Lawan Mainnya!

"Saya berkeyainan sudah ada langkah-langkah yang diambil. Karena, kalau dibiarkan sepertinya semakin berbahaya," ungkapnya. Sabli Kepala Desa Pesisir Timur tidak mengelak betapa riskannya kondisi tebing yang sewaktu-waktu bisa longsor.

Kondisi tanah yang turun hingga ke jalan berikut batu besar, menurutnya pernah terjadi beberapa kali serta hampir ‎memakan korban.

"Pernah ada anak-anak main di bawah itu. Tahu tahu tanah turun yang diikuti dengan batu. Yang terakhir, pas hujan tak berhenti sekitar dua hari. Batu besar turun dari atas sampai ke jalan. Beruntung, ada alat berat proyek jalan raya, sehingga longsoran batu dan tanah bisa di pindahkan dari tengah jalan," ungkapnya.

Ia pun memang meminta kepada Pemerintah di kabupaten untuk membuat semacam batu miring untuk mencegah tanah tersebut kembali turun dan mengancam masyarakat desa. Alokasi anggaran yang terbilang besar, menurutnya menjadi salahsatu sebab mengapa pembangunan itu sukar direalisasikan menggunakan dana desa.

"Agak berat kalau pakai dana desa. Khawatirnya, fokusnya ke sana semua. Sementara, ada aspirasi masyarakat desa lain yang hendak dibangun. Oleh karena itu, kami meminta mungkin dari kabupten bisa merealisasikan itu. Entah dari Dinas Pekerjaan Umum atau OPD lainnya," ungkapnya.(tyn)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Rio Batubara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved