KARIMUN TERKINI

SPBU Poros Karimun Langsung Diserbu Warga Pasca 2 Hari Kosong Akibat Kapal Pasokan Ditangkap KRI

Kapal transporter SPBU Poros Kabupaten Karimun ditangkap KRI, akibatnya pasokan BBM sempat terhenti selama dua hari

SPBU Poros Karimun Langsung Diserbu Warga Pasca 2 Hari Kosong Akibat Kapal Pasokan Ditangkap KRI
RACHTA YAHYA
SPBU Poros Karimun diserbu warga begitu pasokan BBM kembali terisi, Minggu (17/2/2019) siang. Dua hari sebelumnya, pasokan BBM ke SPBU milik Pemkab Karimun itu sempat terhenti karena kapal transporter ditangkap KRI, Kamis (14/2/2019) malam. TRIBUN BATAM/RACHTA YAHYA 

SPBU Poros di Karimun Langsung Diserbu Warga Pasca 2 Hari Kosong Akibat Kapal Pasokan Ditangkap KRI

TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) milik Pemkab Karimun di jalan Poros, Tanjungbalai Karimun langsung diserbu warga begitu stok BBM kembali terisi, Minggu (17/2/2019).

Bahkan antrean sampai ke jalan raya di depan SPBU Poros. 

Namun antrean tidak sampai mengganggu arus lalu lintas, hanya saja, pengendara lain yang melintas sekitarnya terpaksa melambatkan laju kendaraan mereka agar tidak terjadi kecelakaan lalu lintas.

Dua hari sebelumnya, pasokan BBM ke SPBU Poros sempat terhenti.

Hal itu disebabkan kapal transporter SPBU Poros ditangkap Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) pada Kamis (14/2/2019) malam.

Dalam kapal transporter itu berisikan pasokan BBM bagi SPBU Poros sebanyak 200 ton atau Kilo Liter (KL) jenis premium, 30 KL solar, 10 KL solar subsidi dan 30 KL Pertamax dari depot pengisian Pertamina di Tanjung Uban, Kabupaten Bintan.

Kedatangan Surat Suara di Pelabuhan Parit Rempak Karimun Dikawal Ketat

Pria Ini Meninggal Saat Berhubungan Badan dengan Seorang Wanita di Karimun, Ini Penjelasan Polisi

Demi Ikut Ujian Nasional, Siswa SMP di Karimun Pinjam Laptop Guru

Kabar ditangkapnya kapal transporter SPBU Poros tersebut diungkapkan langsung oleh Direktur Utama Perusahaan Daerah (Perusda) Karimun selaku BUMD Karimun pengelola SPBU Poros, Defanan Syam.

"Kapal kami kena tangkap sama KRI, Kamis malam tadi sekitar pukul 11. Di situ ada stok BBM kami sebanyak 200 KL premium, 30 KL solar, 10 KL solar subsidi dan 30 KL Pertamax," ujar Defanan Syam kepada Tribun Batam, Jumat (15/2/2019) sore.

Defanan mengaku belum mengetahui pasti alasan KRI menangkap kapal transporter BBM SPBU Poros tersebut. Hanya saja ia menilai administrasi sudah dipenuhi.

"Kalau tidak lengkap mana mungkin Kantor Syahbandar Tanjung Uban mau mengeluarkan SIB (Surat Izin Berlayar). Ini lagi diurus sama kapt kapal, mudah-mudahan secepatnya bisa clear," kata Def. 

Kasusnya saat ini tengah ditangani pihak Pangkalan TNI AL (Lanal) Tanjungbalai Karimun usai dilimpahkan pihak KRI.

Namun sejak Jumat malam, kapal transpoter Pertamina itu sudah diizinkan pihak Lanal Tanjungbalai Karimun untuk melakukan pembongkaran muatan BBM untuk mengisi stok BBM SPBU Poros. 

"Oleh karena muatannya tidak ada kaitannya, sejak Jumat malam atau Sabtu dini hari, kami sudah izinkan kapal tersebut melaksanakan bongkar supaya bisa cadangan minyak SPBU," ujar Danlanal Tanjungbalai Karimun, Letkol Laut Catur Yogiantoro, Minggu (17/2/2019). (*)

* Berita Selengkapnya Baca Harian Pagi Tribun Batam, Edisi Senin, 18 Februari 2019

Penulis: Rachta Yahya
Editor: Rachta Yahya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved