Kalau Bisa Memanfaatkan Lahan yang Ada Mengapa Harus Lakukan Reklamasi
Ribut-ribut soal reklamasi di Batam, Dirjen Pengendalian Pemanfaatan Ruang dan Penguasaan Tanah Kementerian ATR/BPN, Budi Situmorang memberikan tangga
Penulis: Dewi Haryati | Editor: Eko Setiawan
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Ribut-ribut soal reklamasi di Batam, Dirjen Pengendalian Pemanfaatan Ruang dan Penguasaan Tanah Kementerian ATR/BPN, Budi Situmorang memberikan tanggapannya.
Budi mengatakan, reklamasi sebenarnya tak dilarang, asalkan harus jelas dulu tujuannya.
"Memang di darat sudah nggak ada lagi lahan sampai harus reklamasi?," kata Budi, usai membuka workshop pengawasan teknis penataan ruang wilayah Kepri dan Riau di Hotel Harmoni Nagoya, di Jalan Imam Bonjol, Batam, Kepri, Rabu (17/7).
Menurutnya, kegiatan reklamasi kurang efisien untuk dilakukan, jika tidak dalam keadaan terpaksa.
Banyak hal yang harus dipikirkan, apalagi memperhatikan dampak dan kemungkinan risikonya ke depan.
• Pemadaman Listrik di Batam Akan Berlangsung Hingga Jumat 19 Juli 2019, Begini Penjelasan PLN
• Download Musik MP3 Lagu Via Vallen Tresno Tekani Mati, Dangdut Koplo Terbaru 2019
• Listrik Mati, DPRD Kota Batam Sebut Warga Punya Hak Tuntut Kompensasi
• Listrik Mati, DPRD Kota Batam Sebut Warga Punya Hak Tuntut Kompensasi
Tentunya akan mengubah alur laut. Dari sisi biayapun, reklamasi terbilang mahal.
Karena mesti mengambil tanah dari tempat-tempat lain untuk menimbun laut.
Akan lebih efektif, jika lahan yang ada saat ini dioptimalkan.
Misalkan untuk membangun properti, lebih baik membangun ke atas (vertikal).
Dibanding harus melakukan reklamasi dengan alasan, untuk tujuan bisnis dan lain sebagainya.
• Seorang Nelayan Anambas Berharap Susi Pudjiastuti Jadi Menteri Lagi, Jawaban Susi Justru Tak Terduga
• Merasa Tidak Ada Kejelasan, Pekerja di Tanjunguncang Batam Minta Pertanggungjawaban
• BPJS Ketenagakerjaan Kerja Sama dengan Rutan Kelas IIB Kabupaten Karimun, Begini Harapannya
• Setelah Melarikan Diri Dari Batam, Polisi Tangkap Pelaku Pencabulan di Aceh, Begini Kronologisnya
"Itulah. Yang dihitung itu cuma dapat lahan, kemudian bangun lagi sekian meter persegi, sekian juta. Dampaknya kita tak tahu. Tiba-tiba rubuh di sana karena tergerus air. Salah lagi," ujarnya.
Sementara di negara-negara berkembang lainnya, reklamasi menjadi keadaan yang terpaksa dilakukan.
Karena dari segi lahan memang sudah sangat terbatas. Ia memberi contoh dengan Hongkong.
Di sana, pengembangan wilayah terpaksa dilakukan dengan reklamasi.
Karena berdekatan dengan gunung. Sementara di Batam?