Di Batam, Lebih Banyak Buruh dan IRT Tertular HIV/AIDS Ketimpang PSK
Karyawan dan buruh pabrik menjadi klasifikasi pengidap HIV positif terbanyak di Batam berdasarkan kelompok pekerjaan.
"Data untuk Kota Batam sejak 1992 sampai 2014, saat ini ada 587 kasus HIV, 289 AIDS, yang sudah meninggal akibat penyakit ini ada 82 kasus," terangnya.
Sementara itu dari survei yang dilakukan terhadap 3.323 orang hamil yang di tes HIV dari Januari hingga Agustus 2015, ada 21 orang yang positif HIV.
"Untuk ibu hamil yang tertular, pengobatan dilakukan dengan pemberian obat ARV untuk meningkatkan kekebalan tubuh mereka, hal ini dilakukan untuk menekan kemungkinan bayi mereka ikut tertular. Itu yang kita lakukan sejauh ini dalam mencegah penularan HIV AIDS dari ibu ke anak," terangnya.
Berdasarkan klasifikasi kelompok umur, data dari Januari hingga Agustus 2015 ditemukan HIV positif juga cukup mengejutkan.
Ada 17 kasus mereka yang berumur dibawah 4 tahun, 2 kasus berumur antara 5-14 tahun, 1 kasus berumur 15-19 tahun, 32 kasus berumur 20-24 tahun dan 369 kasus berumur 25-49 tahun, sedangan 32 kasus lainnya berumur di atas 50 tahun.
Dari data ini bisa dilihat, pengidap HIV justru banyak ditemukan pada mereka yang berusia produktif 25-49 kasus, dan disusul anak-anak berusia di bawah 4 tahun.
Diduga mereka tertular dari orangtua.
Sri mengatakan, ada beberapa layanan penanggulangan HIV/AIDS di Kota Batam saat ini, yakni Methadone Maintenance Treatment di RSUD Embung Fatimah, klinik Voluntary Counselling and Testing (VCT) di RSBK "Casper", RSUD Batam "Citra", RS. Elisabeth "Santa Ludwina" dan RS Awal Bross.
Klinik layanan Infeksi Menular Seksual (IMS) bisa dijumpai di Puskesmas Batu Aji, Puskesmas Lubuk Baja dan Puskesmas Sei Panas.
"Untuk layanan Care, Support & Treatment (CST) bisa dijumpai di RSBK, RSUD Embung Fatimah dan RS Elisabeth, sementara untuk Prevention Mother to Child Transmition (PMTCT) dalam kata lain layanan terkait pencegahan HIV ibu ke anak ada di RSBK, Puskesmas Sambu dan Sekupang," terangnya.
Cara terbaik untuk mencegah HIV AIDS menurutnya dengan menghindari prilaku berisiko. (*)