KALEIDOSKOP KEPRI 2015
12 Peneliti LIPI Kedinginan dan Terapung-apung Saat KM Maru Tenggelam di Tanjung Berakit
kapal terempas ombak besar dan angin kencang hingga mengalami kebocoran pada bagian pompa air.
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BINTAN - Kecelakaan laut nyaris merenggut nyawa tim peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Perairan Tanjung Berakit, Bintan, Minggu (15/3/2015) dinihari.
Kapal Motor (KM) Maru atau KM Nurah GT 80 terempas ombak besar hingga mengalami kebocoran dan akhirnya tenggelam. Beruntung, 12 anggota tim peneliti yang rencananya meneliti terumbu karang dan potensi perikanan di Tarempa, Anambas, itu selamat setelah tim dari Gugus Keamanan Laut Komando Armada Kawasan Barat (Guskamlabar) dan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Batam, melakukan evakuasi.
12 Ilmuwan dan delapan kru kapal segera dievakuasi ke Pelabuhan Batuampar, Batam menggunakan KRI Patimura 371. Diperoleh informasi, dalam penyelamatan itu empat kapal TNI diturunkan, yaitu KRI Kapita Patimura 371, KRI Kala Hitam, KRI Siribua dan kapal Barakuda.
Para penumpang yang selamat itu terdiri dari 16 orang warga Indonesia, dan empat warga negara asing (WNA) dimana satu di antaranya wanita.
"Ada empat penumpang berwarga negara asing. Satu berwarna negara Amerika dan tiga lainya dari Asutralia," ujar Mark penumpang asal Amerika yang juga fasih berbahasa Indonesia, di pelabuhan Batuampar saat turun dari kapal yang mengevakuasinya, Minggu (15/3) pagi.
Kejadian itu berawal saat rombongan kapal KM Maru hendak menuju ke Kepulauan Anambas. Kapal berangkat dari pelabuhan Batu Besar Nongsa, Sabtu (14/3) pukul 16.00 WIB. Kapal yang dinakhodai Amin, itu awalnya melaju normal karena kondisinya cukup prima.
Namun di tengah perjalanan, pukul 21.30 WIB kapal terempas ombak besar dan angin kencang hingga mengalami kebocoran pada bagian pompa air.
Pompa air juga tidak berfungsi dan justru terus menyemburkan air. Hal itu mengakibatkan kapal kayu retak. Air terus menyembur hingga menggenangi ruang dalam kapal.
Akhirnya, salah seorang awak kapal menelepon petugas Guskamlambar agar segera dilakukan pertolongan. Mereka menginformasikan posisi mereka berada di sekitar 8 mil arah barat daya Tanjung Berakit Bintan.
Sekitar pukul 06.30 WIB, KRI Kapita Patimura 371 yang mengangkut ke 20 penumpang itu tiba di dermaga pelabuhan Batu Ampar bersama puluhan kawalan dari TNI Angkatan Laut. Komandan Guskamlabar Laksamana Pertama Rasyid langsung menuju ke dalam kapal untuk bertemu dengan para korban.
Dengan raut muka pucat, Mark pun menceritakan kepada kepada perwira itu. Dalam perjuangan Mark dan kawan-kawan, ia sempat bergelantungan di bagian kapal saat menghindari air yang terus meninggi.
"Pompa air bocor. Kemudian sisi kapal pun mulai retak dan air masuk," ujar Mark lagi.
"Saya juga bergelantungan. Air bertambah banyak. Kita waktu itu langsung pakai pelampung," tambahnya.
Saparhusein salah seorang ABK kapal warga Batam Center juga menuturkan, kejadian itu membuat dirinya trauma. Namun ia merasa beruntung, persiapan ABK maupun penumpang cukup matang.
Sehingga para penumpang mampu menyelamatkan diri dengan beberapa perlengkapan keselamatan yang telah dipersiapkan.