KALEIDOSKOP KEPRI 2015

Kampung Aceh Mukakuning 'Diobok-obok', Narkoba hingga Sajam Ditemukan Petugas

polisi menemukan ganja kering, puluhan bungkus sabu-sabu siap edar, alat isap (bong), tiga timbangan elektronik, dua senjata rakitan, kunci T, dan be

Kampung Aceh Mukakuning 'Diobok-obok', Narkoba hingga Sajam Ditemukan Petugas - petugas-mengamankan-mesin-gelper-di-kampung-aceh_20150916_200930.jpg
TRIBUN BATAM/ARGIANTO DA NUGROHO
Petugas mengamankan mesin gelper di Kampung Aceh, Batam, Rabu (16/9/2015).
Kampung Aceh Mukakuning 'Diobok-obok', Narkoba hingga Sajam Ditemukan Petugas - penggerebekan-di-kampung-aceh-jilid-2-6_20150617_160611.jpg
Istimewa/FB Satnarkoba
Penggerebekan di kampung aceh jilid 2
Kampung Aceh Mukakuning 'Diobok-obok', Narkoba hingga Sajam Ditemukan Petugas - penggerebekan-di-kampung-aceh-jilid-2-5_20150617_161023.jpg
Istimewa/FB Satnarkoba
Penggerebekan di kampung aceh jilid 2
Kampung Aceh Mukakuning 'Diobok-obok', Narkoba hingga Sajam Ditemukan Petugas - penggerebekan-di-kampung-aceh-jilid-2-3_20150617_160600.jpg
Istimewa/FB Satnarkoba
Penggerebekan di kampung aceh jilid

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Suasana Kampung Aceh, Mukakuning, Batam, mencekam, Selasa (1/4) siang. Puluhan aparat bersenjata lengkap tiba-tiba merangsek masuk ke kawasan perkampungan itu. Suasana terlihat riuh dan panik.

Puluhan pemuda yang ditemui di kawasan itu langsung dibawa oleh aparat tanpa tanya-jawab. Mereka kemudian dikumpulkan di tempat terbuka dan kemudian diborgol. Sebagian bahkan diperintahkan untuk membuka baju.

Selain mengumpulkan para pemuda yang diduga preman, aparat juga menyisir rumah dan warung satu per satu.

Setiap sudut digeledah setelah seluruh penghuni rumah disuruh keluar.

Dari dalam rumah, aparat kemudian mengeluarkan sejumlah senjata tajam, seperti samurai, parang, badik atau pisau. Ada juga bungkusan-bungkusan kecil yang diduga narkoba.

Pengepungan kemarin dalam rangka operasi bertajuk Operasi Sapu Seligi 2015 yang dimulai 1 April ini.

Kawasan Kampung Aceh, selama ini dikategorikan sebagai zona merah oleh polisi karena kawasan tersebut dinenal sebagai daerah peredaran narkoba.

Para pemuda yang ditangkap ini akan dijaring dengan berbagai sangkaan tindak pidana, seperti peredaran narkoba, pencurian sepeda motor, perjudian dan lain-lainnya.

Di Mapolrewsta Barelang, mereka juga diwajibkan mengikuti tes urine. Sebagian pemuda yang dinilia "bersih" kemudian dbebaskan.

Pengepungan Kampung Aceh ini berlangsung dua jam, mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB.

Di lokasi, polisi menemukan ganja kering, puluhan bungkus sabu-sabu siap edar, alat isap (bong), tiga timbangan elektronik, dua senjata rakitan, kunci T, dan belasan samurai, serta sejumlah mesin ketangkasan.

Sebanyak 16 unit sepeda motor ikut diamankan polisi karena diduga hasil tindak kejahatan.

Polisi juga mengamankan uang ratusan juta di dalam satu brankas yang diduga hasil penjulan narkoba.

"Hasil operasi ini, 52 orang kita ditangkap. Sasaran operasi ini untuk menangkap pelaku kejahatan," kata Kapolda Kepri Brigjen Pol Arman Depari yang langsung memimpin penggerebekan, Rabu (1/4/2015) siang.

Kapolda menuturkan, tindak lanjut dari operasi Sapu Seligi 2015 ini, aparat akan mendirikan tenda di Kampung Aceh mulai Rabu malam.

Di situ anggota dari Binmas Polresta Barelang akan memberikan pengarahan kepada masyarakat setempat.

Ia beharap, ke depannya, Kampung Aceh menjadi bersih dan tidak lagi dicap sebagai kampung narkoba dan kejahatan. "Kita akan bangun tenda untuk aparat. Masyarakat juga akan diberikan pengarahan agar tidak terulang lagi kejadian seperti selama ini," ujarnya.

Dalam Operasi Sapu Seligi 2015 yang juga dibantu POM AD, POMAL, serta Pemerintah Daerah itu, aparat kepolisian melakukan penyisiran secara lengkap kepada semua warga.

Bahkan seorang ibu hamil serta satwa dilindungi, seperti burung kakaktua pun tidak luput dari tindakan pengamanan.

Ibu hamil tersebut mengaku ikut ditangkap ketika polisi menggeledah rumahnya. Polisi saat itu menemukan sejumlah sabu-sabu yang tersimpan di kamar rumahnya.

"Saya ikut ditangkap bersama suami. Karena polisi menemukan sejumlah sabu-sabu di rumah saya, saya disuruh ikut oleh polisi," ujarnya.

Wanita yang dikawal oleh beberapa Polwan itu enggan menceritakan ihwal sabu-sabu yang diamankan itu milik siapa. Dia dilarang untuk menceritakan kepada siapa saja terkait barang haram itu.

"Saya tidak boleh cerita masalah penemuan sabu-sabu ini sebelum diperiksa oleh polisi," katanya.

Selain wanita hamil ini, ada sembilan perempuan lainnya yang ikut diangkut ke Mapolresta Barelang. Mereka ditangkap saat berada di arena gelanggang ketangkasan di Kampung Aceh.

"Tadi tiba-tiba saja polisi datang dan langsung membawa saya dan teman-teman serta pengunjung," ujar seorang perempuan yang ikut diangkut polisi ke Mapolresta.

Sementara itu, belasan satwa langka yang termasuk dilindungi ikut diamankan polisi. Hewan-hewan itu, selanjutnya, akan diserahkan kepada Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) wilayah II Batam untuk ditindaklanjuti. "Itu satwa dilindungi," kata Arman.

Beberapa hewan yang diamankan, antara lain burung kakaktua, beo, elang, dan sejumlah hewan lainnya. Kepala BKSDA wilayah II Batam, Ariyanto yang langsung diundang ke lokasi mengatakan, belasan hewan yang disita memang masuk dalam satwa langka yang dilindungi Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990.

"Dari data sementara, ada tiga jenis burung kakaktua, tiga jenis burung beo dan dua jenis burung elang. Pelaku atau tersangka akan diancaman maksimal 5 tahun penjara dan denda Rp 200 juta," katanya. (Tribun Batam/bur)

Halaman
Penulis:
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved