KALEIDOSKOP KEPRI 2015

Kampung Aceh Mukakuning 'Diobok-obok', Narkoba hingga Sajam Ditemukan Petugas

polisi menemukan ganja kering, puluhan bungkus sabu-sabu siap edar, alat isap (bong), tiga timbangan elektronik, dua senjata rakitan, kunci T, dan be

3. Jilid 2: Polisi Kembali Gerebek Kampung Aceh

Jajaran Polresta Barelang sepertinya belum puas dengan pengepungan Kampung Aceh, Mukakuning, Batam, Rabu pekan lalu. Kemarin, polisi kembali mendatangi tempat tersebut dan melakukan penggerebekan, Sabtu malam.

Razia dipimpin oleh Kepala Bagian Operasional (Kabagops) Polresta Barelang, Kompol Deden Hidayatullah. Dari lokasi itu diamankan 20 orang yang tidak memiliki identitas

"Kita juga mengamankan delapan sepeda motor tanpa dokumen," tambah Deden.

Deden mengatakan, bila ada masyarakat yang pernah menjadi korban pencurian sepeda motor (curanmor) agar dapat mendatangi Mapolresta Barelang sembari membawa bukti kepemilikan kendaraan berupa STNK atau BPKB motornya.

"Bagi yang pernah kehilangan motor, silahkan memeriksa motor-motor yang kita amankan," tutup Deden.

Operasi Cipta Kondisi kemarin juga berlangsung serentak di kawasan Jodoh dan Nagoya. Ratusan aparat bergerak dari belakang Hotel Panorama Regency melakukan penyisiran di sejumlah lokasi di kawasan Jodoh dan Nagoya.

"Keluar... Kami polisi!" teriak sejumlah personel Polsek Batu Ampar, saat menggelar razia di sebuah rumah di Blok A Perumahan Sumber Agung, belakang Hotel Planet Holiday, Sabtu (4/4) malam.

Pendi, penghuni kos-kosan di rumah yang dijadikan warnet dan tempat permainan playstation itu ketakutan saat melihat empat mobil berhenti di depan kos-kosannya. Dari dalam mobil, keluar beberapa orang laki-laki berbadan tegap.

Tanpa pikir panjang, dia pun meloncat, segera berlari masuk ke dalam rumah. Pendi kemudian mengunci dirinya di dalam kamar. Reaksi Pendi yang tiba-tiba itu memunculkan kecurigaan polisi. Lelaki ini pun dikejar.

Beberapa kali pintu kamarnya digedor dari luar. Perintah segera membuka pintu kamar tak didengarnya. Akhirnya polisi mendobrak pintu kamar Pendi. Brak...!!!! Pintu terbuka, laki-laki bertubuh kurus itu pun langsung diringkus dan dibawa keluar kamar.

Pendi kemudian diinterogasi Kapolsek Batu Ampar, Kompol Ari Baroto, Kanit Reskrim Iptu Mangiring Hutagaol sementara anggotanya yang lain menggeledah seisi rumah. Namun hasilnya nihil.

"Saya lihat orang lari, makanya saya ikut lari. Saya pikir bukan polisi. Soalnya pernah sekali kejadian seperti ini," ucap Pendi ketakutan kepada kapolsek.

Malam itu, sekitar pukul 23.45 WIB, iring-iringan mobil patroli polisi berhenti begitu melihat sekumpulan remaja duduk di depan sebuah rumah yang jaraknya sekitar dua rumah dari kos-kosan Pendi. Mereka diduga geng motor yang sering minum minuman keras di sana.

Namun dari hasil interogasi, mereka hanya sekedar kumpul-kumpul di malam minggu. Usai diberi pembinaan di tempat, merekapun diizinkan pulang ke rumah.

"Kami dapat laporan dari warga. Mereka mengeluh di kawasan ini sering dijadikan tempat minum-minuman keras. Makanya kami datang ke sini," ucap Ari Baroto.

Razia cipta kondusif Polsek Batu Ampar malam itu berlangsung di empat titik. Tiga di antaranya di Jodoh Square, ruko kosong samping rumah makan Bakso Gunung, dan Taman Jodoh Boulevard.

Di kawasan ini, polisi membongkar lapak-lapak yang dijadikan tempat judi dadu alias cingkoko. Namun tak ada orang yang bermain saat polisi datang. Diduga mereka kabur lebih dulu. "Ini razia cipta kondusif, lebih ke pemberantasan perjudian dan premanisme," ujar Ari yang memimpin operasi tersebut.

Setelah didata di lokasi, belasan pemuda yang diamankan kemudian dilepaskan polisi. Mereka juga dinasihati untuk tidak keluyuran hingga larut malam.

"Mereka tidak kita amankan. Hanya kita data dan kemudian disuruh pulang," ujar Ari Baroto.

Kapolsek Lubuk Baja, Kompol I Dewa Nyoman dan anggotanya juga menyisir kawasan yang dianggap rawan dan menjadi tempat tongkrongan anggota geng motor kriminal di Taman Kota Baloi.

Hasilnya, sebanyak tujuh orang dan lima unit sepeda motor berhasil diamankan.

"Anak-anak itu kita amankan ke Polsek untuk diberi nasihat. Setelah dijemput orangtuanya, mereka diperbolehkan pulang," kata Dewa. (Tribun Batam/ayf)

Halaman
Penulis:
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved