KALEIDOSKOP KEPRI 2015

Kampung Aceh Mukakuning 'Diobok-obok', Narkoba hingga Sajam Ditemukan Petugas

polisi menemukan ganja kering, puluhan bungkus sabu-sabu siap edar, alat isap (bong), tiga timbangan elektronik, dua senjata rakitan, kunci T, dan be

1. Dijaga Hingga Malam

Sebanyak 60 warga Kampung Aceh hasil operasi Sapu Seligi digelandang ke Mapolresta Barelang, Rabu (1/4), langsung menjalani tes urine.

Mereka terdiri atas 52 pria dan delapan wanita. Tiga pria ternyata mantan anggota TNI yang kabur setelah dipecat. pangkat terakhirnya Pratu yang masing-masing berinisial Mh, Js dan S.

Penangkapan ketiganya dibenarkan Komadan Sub Dentasemen Polisi Militer, Kapten Haula Siregar. Haula mengatakan, setelah diproses oleh aparat kepolisian, ketiga pria tersebut akan diserahkan ke Lapas Barelang oleh anggota Polisi Militer.

"Mereka sudah di vonis pecat. Ketika divonis satu tahun penjara. ketiganya kabur sebelum menjalani hukuman. Kemarin ditemukan di Kampung Aceh," ujar Haula.

Suasana aula Mapolresta Barelang hingga tadi malam memang terlihat ramai. Soalnya, puluhan orang itu dites urine di aula Mapolresta oleh Dokkes Polda Kepri bersama Urkes Polresta Barelang.

"Setelah dites baru kita lanjutkan prosesnya," kata Kasat Narkoba Polresta Barelang, Kompol Irham Halid disela tes urine dilakukan.

Sementara, tadi malam, belasan aparat bersenjata lengkap langsung dikerahkan untuk menjaga Kampung Aceh tersebut.

Sebuah tenda didirikan sebagai posko pengamanan. Suasana Kampung Aceh terlihat masih mencekam.

Kawasan yang biasanya ramai, malam hari, mendadak sepi. Penghuni rumah enggan ke luar, orang luar pun tak berani masuk.

Mengenai kelanjutan proses hukum terhadap 52 warga yang diamankan, Kabid Humas Polda Kepri, AKBP Hartono maupun Kapolresta Barelang, Kombes Asep Syafrudin, menyatakan, mereka akan diperiksa terlebih dulu.

Nanti dalam penyelidikan dan penyidikan akan diketahui sangkaan yang diberikan kepada mereka. Sebab mereka yang diamankan itu diduga terlibat dalam beragam tindak kejahatan.

"Nanti semua warga akan didata dan diambil sidik jari. Kemudian, rumah warga juga difoto, termasuk pekerjaan dan aktifitas warga juga akan kita identifikasi,," katanya.

Operasi ini, kata Arman, sengaja dilakukan besar-besaran guna menangkap pelaku-pelaku kejahatan, baik itu perjudian, pencurian sepeda motor (curanmor), dan kejahatan lain yang meresahkan masyarakat.

"Sasaran operasi ini untuk menangkap pelaku kejahatan. Masyarakat yang tinggal di kawasan itu juga akan diberikan pengarahan," katanya.

Keberadaan Kampung Aceh cukup dikenal warga Batam sebagai wilayah "zona merah". Warga yang menghuni kampung tersebut cukup beragam, baik asal maupun jenis pekerjaannya.

Namun, dalam catatan kriminalitas, terutama terkait peredaran narkoba, wilayah ini cukup mendapat perhatian karena banyak jaringan yang berujung ka Kampung Aceh ini, baik pihak kepolisian maupun Badan Narkotika Nasional. (Tribun Batam/bur/dif)

Halaman
Penulis:
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved