KALEIDOSKOP KEPRI 2015
Pria Ini Gegerkan Dunia Penerbangan dengan Aksi Sembunyi di Roda Pesawat
"Kondisinya terlihat kekurangan oksigen. Terlihat jari-jarinya yang membiru, telinga kiri juga berdarah,"
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mario Steven Ambarita (21) membuat heboh ketika berjalan terhuyung-huyung di apron Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng. Ia muncul setelah pesawat Garuda Indonesia dari Pekanbaru mendarat.
Mario ternyata turun dari lubang main wheel (roda belakang pesawat). Kondisi Mario tampak lemah. Darah keluar dari telinga bagian kirinya.
Mario langsung dibantu staf darat Garuda dan petugas ground handling di bandara dan kemudian dibawa ke Pos Kesehatan Bandara. Di Pos Kesehatan Bandara, pria itu diinfus hingga kondisinya normal.
VP Corporate Communication Garuda Indonesia, Pujobroto membenarkan bahwa maskapai Garuda GA 177 dari Pekanbaru-Jakarta yang mendarat pukul 15.15 WIB disusupi oleh seseorang yang bersembunyi di roda pesawat.
"Kondisinya terlihat kekurangan oksigen. Terlihat jari-jarinya yang membiru, telinga kiri juga berdarah," kata Pujobroto.
Lemahnya kondisi Mario bisa dibayangkan karena ketinggian terbang pesawat rute Pekanbaru-Jakarta sekitar 34 ribu kaki. Suhu di ketinggian 16 ribu kaki saja biasanya sudah mencapai nol derajat Celcius.
Menurut Pujo, Mario nekat masuk ke pesawat Garuda setelah mempelajarinya terlebih dahulu.
Berdasarkan pernyataannya, Mario sering membaca cara masuk pesawat secara ilegal di media-media sosial. Dia juga memperlajari kondisi di bandara Sultan Syarif Kasim II.
"Dia tahu, pesawat akan berhenti sejenak sebelum tinggal landas. Nah saat itulah dia masuk ke dalam roda pesawat. Ia masuk di dalam rongga-rongga pesawat," ujar Pujo
Ternyata, Mario menemukan celah untuk masuk ke bandara yang seharusnya area terlarang bagi masyarakat umum. Celah itu adalah di titik paling ujung bandara. Saat pesawat bersiap untuk lepas landas, saat itulah mario masuk.
Mario disebut-sebut mengendap-endap melompati pagar bandara. Ia kemudian mengendap-endap di pinggir landas pacu dan naik ke bagian tempat roda pesawat. Pihak Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru membenarkan adanya penumpang gelap di pesawat Garuda tersebut, namun masih belum bisa menceritakan dengan rinci.
"Nanti saja, ya. Kita juga belum tahu bagaimana kronologinya soal penumpang tersebut. Karena kan penumpang dilakukan pemeriksaan di sana (Cengkareng), bukan di sini," kata Kadiv Operasional Bandara SSK II Pekanbaru, Hasturman.
Aparat kepolisian telah mengecek Mario. "Tadi sudah kita cek, kondisinya sudah sadar," ujar Kapolres Bandara AKBP CH Patoppoi.
Kasus ini diserahkan sepenuhnya kepada pihak Otoritas Bandara Kemenhub. Kepolisian sejauh ini hanya memantau perkembangan kasus tersebut.
"Ini sepenuhnya dipegang penyidik Otoritas Bandara," ucapnya.