LIPSUS Batam Darurat Sampah

MENTAL Masyarakat Masih Suka Buang Sampah di Jalan Ketimbang di Kontainer Bin

Permasalahan sampah di Kota Batam seperti tidak ada habisnya.

MENTAL Masyarakat Masih Suka Buang Sampah di Jalan Ketimbang di Kontainer Bin
tribunnews batam/leo
Tumpukan sampah menggunung dan berserakan di pinggir Jalan Pemuda Legenda Malaka, Batam Center, Kelurahan Baloi Permai, Kecamatan Batam Kota, Selasa (16/2/2016). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM- ‎Permasalahan sampah di Kota Batam seperti tidak ada habisnya.

Bukan hanya karena pengelolaannya yang terkadang terbengkalai, mental masyarakat pun dinilai kurang atas kesadarannya dalam hal membuang sampah pada tempatnya.

‎Padahal Perda nomor 11 tahun 2013 tentang Pengelolaan Sampah yang diterbitkan pada 10 Desember 2013 lalu sudah mulai efektif berlaku tahun 2016.

Tapi, tetap saja banyak masyarakat yang belum melaksanakan.

Bukan cuma membuang sampah sembarangan di jalan raya, warga masih gemar membuang sampah di pinggiran jalan umum ketimbang memasukannya dalam TPS yang disediakan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP), dalam hal ini kontainer bin.

Menurut anggota Komisi III DPRD Batam, Amintas Tambunan, meskipun setiap perumahan di Batam tidak dilengkapi TPS dari developer, namun pemerintah melalui Dinas terkait sudah memberikan solusi dengan menempatkan kontainer bin yang mudah dijangkau masyarakat.

"Di awal sudah ada peraturan bahwa developer wajib menyerahkan lahan sebesar 30 persen dari total lahan perumahan untuk kepentingan fasum/fasos. Tapi masyarakatnya yang tidak mau dibuatkan TPS. Kebanyakan developer dulu juga tidak pernah mengalokasikan untuk pembuatan TPS. Makanya, jalan tengahnya dibuat kontainer bin yang mudah dijangkau," ujar Amintas.

Sehingga menurut dia, tidak perlu membuat Perwako lagi agar para developer wajib membuatkan TPS.

Tinggal saja, bagaimana pemerintah menegakan Perda tentang Pengelolaan Sampah yang sudah mengatur hal tersebut.

"Perda saja sudah cukup. Kenapa masih banyak sampah yang bececeran di jalan, utamanya di luar bin kontainer itu, karena masalah mental masyarakat juga,"tegasnya.

Penulis: Anne Maria
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved