Pemilik Toko Mainan di Sei Panas Batam yang Sempat Digerebek Polda Kepri Kini Lepas Jeratan Hukum

Pemilik toko mainan Citra Karya Sindo Toys di Komplek ruko Inti Sungai Panasyang sempat digerebek Polda Kepri Februari lalu, kini lepas jeratan hukum.

Pemilik Toko Mainan di Sei Panas Batam yang Sempat Digerebek Polda Kepri Kini Lepas Jeratan Hukum
tribunnews batam/wafa
Kasubdit Industri Perdagangan dan Investasi ( Indaksi) Direskrimsus Polda Kepri melakukan razia toko mainan anak Citra Karya Sindo Toys di kawasan Komplek Ruko Inti Sungai Panas Blok A, nomor 9, Batam, Jumat (5//2/2016), sekitar pukul 17.00 WIB. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Pemilik toko mainan Citra Karya Sindo Toys di Komplek ruko Inti Sungai Panas, Blok A nomot 9 , Batam, yang sempat digerebek Polda Kepri Februari lalu, kini lepas dari jeratan hukum.

sAKBP Berliando Kasubdit I Industri Perdagangan dan investasi (Indaksi) Ditreskrimsus Polda Kepri mengatakan bahwa pihaknya memberi toleransi kepada‎ pihak pengusaha mainan untuk menjalankan bisnisnya sesuai aturan dan izin perdagangan.

"Dia (pemilik usaha) menyaruti kita dan mengaku belum pernah mendapatkan sosialisasi tentang aturan pencantuman penggunaan Bahasa Indonesia dari produk yang diimpor," ujar Berliando melalui telepon selulernya, Kamis (10/3/2016).

Menurutnya, peraturan tentang kewajiban pencantuman panduan Bahasa Indonesia pada mainan impor baru dikeluarkan Menteri Perindustrian pada oktober 2015.

Sementara pihaknya melakukan penindakan pada bulan Februari 2016 dimana belum ada sosialisasi dari kementerian mengenai peraturan tersebut.

"Penegakan hukum kan harus berdasarkan keadilan. Kalau seperti ini saya pikir kepada masyarakat kok gak ada keadilan," tegasnya.

Sebelumnya, Direskrimsus polda kepri Kombes Pol Budi Suryanto mengatakan bahwa produk mainan anak-anak yang merupakan barang impor dari Cina ini adalah illegal tanpa disertai dokumen.

Setelah penyelidikan, Berliando mengatakan bahwa pemilik usaha mainan ini memiliki dokumen lengkap pengiriman impor barang, hanya saja barang yang diimpor berbeda dengan dokumen jenis barang yang dikirimkan.

"Dokumen lengkap, hanya saja barang yang dikirim berbeda dengan dokumen‎ yang ada. Di dokumen isinya perabotan (Hadware) namun yang diimpor isinya mainan," tegasnya.

Pihaknya juga berkoordinasi dengan Bea dan Cukai Batam untuk melakukan upaya penindakan terhadap pelanggaran impor barang yang dimaksud, yakni pemilik usaha yang sengaja mengimpor jenis barang yang tidak sesuai dokumen barang.

Selain itu pihaknya pun berkoordinasi dengan Disperindag untuk melakukan sosialisasi‎ tentang aturan baru wajib pencantuman panduan berbahasa Indonesia. (*)

Penulis: Wahib Wafa
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved